Menurut ASPIRASI, posisi di lingkaran kekuasaan justru bisa menjadi nilai tambah untuk memperkuat dialog sosial dan mempercepat penyelesaian masalah ketenagakerjaan. Namun, publik akan tetap menilai dari hasil nyata.
"Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana kebijakan yang lahir benar-benar meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja," tambahnya.
Lebih lanjut, ASPIRASI menitipkan sejumlah harapan besar kepada Said Iqbal agar dapat mendorong lahirnya kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada buruh, antara lain:
- Kepastian kerja: Meningkatkan kualitas dan kepastian kerja bagi seluruh pekerja Indonesia.
- Upah layak: Mendorong sistem pengupahan yang lebih adil demi menjaga daya beli pekerja.
- Perlindungan hukum: Memperkuat perlindungan pekerja dari praktik kerja yang merugikan dan ketidakpastian hubungan kerja.
- Jaminan sosial: Memperluas cakupan jaminan sosial bagi pekerja di sektor formal maupun informal.
- Dialog inklusif: Meningkatkan kualitas dialog sosial yang melibatkan seluruh organisasi serikat pekerja yang beragam secara setara.
“Bagi ASPIRASI, kehadiran perwakilan buruh di dalam pemerintahan hanya akan bermakna jika diikuti oleh lahirnya kebijakan konkret. Pekerja hari ini membutuhkan kepastian hukum, kesejahteraan yang nyata, rasa aman dalam bekerja, serta masa depan yang terjamin bagi keluarga mereka,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal resmi diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus bidang Ketenagakerjaan. Pelantikan dilakukan hari ini di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026)
Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo membacakan sumpah diikuti Said Iqbal di Istana Negara, Senin (8/6/2026).
Sebelum Said Iqbal, sosok senior buruh Mohammad Jumhur Hidayat juga masuk dalam jajaran kabinet. Adapun, Jumhur dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup oleh Prabowo Mohammad Senin, 27 April 2026. Ia diangkat melalui pelantikan di Istana Negara, Jakarta, menggantikan posisi Hanif Faisol.
(ain)































