Logo Bloomberg Technoz

Para analis menempatkan target harga rata-rata 12 bulan saham TLKM di level Rp3.560,54 per saham. Sementara itu, saham TLKM ditutup di level Rp2.560 per saham pada perdagangan Senin (9/6/2026) dan tercatat naik 7,66% ke level Rp2.530 pada perdagangan hari ini.

Di samping itu, sebagian juga masih memasang target harga di atas level perdagangan saat ini. Seperti HSBC yang memberikan target harga Rp4.150 per saham, BNI Sekuritas Rp3.900, CGS International Rp3.900, dan JP Morgan Rp3.600 per saham.

Sebagai informasi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 8 Juni kemarin, dividen yang dibagikan terdiri dari sekitar Rp17,8 triliun yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025 dan sekitar Rp4,2 triliun dari laba ditahan tahun sebelumnya. Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan keputusan pembagian dividen mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.

"Keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," kata Dian dalam siaran pers.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui program buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun yang akan dilaksanakan dalam periode 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Perseroan menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham.

Perihal kinerja, sepanjang 2025 lalu, Telkom membukukan pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Menurut perseroan, percepatan depresiasi yang dilakukan dalam agenda transformasi berdampak pada laba bersih, namun tidak memengaruhi arus kas operasional karena bersifat non-cash. 

(dhf)

No more pages