Logo Bloomberg Technoz

Tahapan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan operasional sistem secara menyeluruh hingga terhubung dengan fasilitas operasi eksisting Pertagas di Kandang Haur Timur. Konektivitas jaringan transmisi gas bumi nasional akan semakin kuat dengan beroperasinya Pipa Cisem II.

Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menambahkan commissioning Cisem II menjadi momentum penting bagi pengembangan sistem gas bumi nasional yang makin terintegrasi.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi milestone penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia,” papar Aldiansyah.

Adapun, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono menjelaskan proyek ini menjadi contoh implementasi good corporate governance dan keselamatan kerja yang tinggi di sektor hulu migas.

"Kami mencatat kumulatif jam kerja aman sebesar 4.659.090 jam tanpa ada insiden fatal. Selain itu, pada masa puncak konstruksi periode Juni hingga Juli 2025, proyek ini menyerap tenaga kerja maksimal hingga 1.981 orang," kata Agung.

Dari sisi kemandirian industri, dia menyebut hasil self-assessment mencatat tingkat serapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60,58%, yang saat ini sedang dalam proses verifikasi akhir.

Guna memastikan pengelolaan aset negara ini berjalan optimal, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026 pada 13 Maret 2026 yang menugaskan Lemigas sebagai pengelola Pipa Cisem II. 

Selanjutnya, pada April 2026 melalui proses pemilihan mitra strategis oleh Lemigas, Pertagas resmi ditunjuk sebagai operator Pipa Cisem II, melanjutkan peran sukses Pertagas pada Pipa Cisem I yang telah beroperasi sejak 2023.

Untuk diketahui, sumber pasokan utama pada Pipa Cisem II pada tahap awal pengaliran gas berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

Kehadiran aliran gas dari JTB melalui interkoneksi terintegrasi ini diharapkan dapat langsung memacu produktivitas kawasan industri strategis, termasuk KITB.

(smr/wdh)

No more pages