Selain itu, narasi yang digunakan dalam poster tersebut terkesan mendesak masyarakat agar segera mengklik tautan dan melakukan pendaftaran tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
"Poster yang beredar juga menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah, hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu," kata Wisudo seperti dikutip dari laman resmi BKN.
Ciri Hoaks yang Perlu Diwaspadai
Beberapa karakteristik informasi palsu yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:
-
Menggunakan tautan selain domain resmi pemerintah.
-
Mengajak pengguna segera mengklik link tanpa verifikasi.
-
Menampilkan informasi pembukaan pendaftaran tanpa sumber resmi.
-
Beredar luas melalui akun atau grup yang tidak memiliki otoritas.
Praktik semacam ini sering ditemukan dalam berbagai modus penipuan digital yang bertujuan memperoleh data pribadi korban.
Apakah Pendaftaran CPNS 2026 Sudah Dibuka?
Belum Ada Pengumuman Resmi
BKN menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat pengumuman resmi terkait pembukaan seleksi CPNS 2026.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial sebagai acuan utama. Seluruh informasi resmi mengenai seleksi ASN akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
Untuk memperoleh informasi yang valid, calon pelamar disarankan memantau sumber resmi berikut:
-
Website resmi BKN.
-
Portal SSCASN.
-
Media sosial resmi BKN.
-
Kanal informasi resmi kementerian dan instansi pemerintah terkait.
Waspadai Risiko Kebocoran Data Pribadi
Link Palsu Bisa Jadi Sarana Penipuan
Ancaman terbesar dari penyebaran hoaks CPNS bukan hanya informasi yang menyesatkan, tetapi juga potensi penyalahgunaan data pribadi.
Dalam berbagai kasus, tautan palsu yang mengatasnamakan rekrutmen CPNS digunakan untuk mengumpulkan informasi penting milik korban.
Data yang sering menjadi target antara lain:
-
Nomor Induk Kependudukan (NIK).
-
Nomor Kartu Keluarga (KK).
-
Password akun.
-
Alamat email.
-
Kode OTP.
Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengisi formulir ataupun mengunggah dokumen pribadi jika sumber informasi yang diterima belum dapat dipastikan keasliannya.
Tingginya minat masyarakat terhadap seleksi ASN dinilai menjadi celah yang sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
"BKN mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital dan berperan aktif menghentikan penyebaran hoaks, khususnya terkait informasi seleksi ASN. Jangan sampai keinginan menjadi ASN justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selalu cek sumber informasi sebelum percaya dan membagikannya," ujarnya.
Pendaftaran ASN Hanya Melalui Portal SSCASN
Jangan Percaya Situs Selain SSCASN
BKN kembali mengingatkan bahwa seluruh proses pendaftaran seleksi ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola pemerintah.
Mulai dari pembuatan akun, pengunggahan dokumen, hingga pengajuan lamaran dilakukan secara daring melalui sistem tersebut.
Karena itu, masyarakat harus berhati-hati apabila menemukan situs lain yang mengaku sebagai halaman resmi pendaftaran CPNS.
Cara Membuat Akun SSCASN
Persiapan Sebelum Seleksi Dibuka
Meskipun pendaftaran CPNS 2026 belum dibuka, masyarakat dapat mempelajari tahapan pembuatan akun SSCASN sebagai persiapan awal.
Berikut langkah-langkah umum pendaftaran akun SSCASN:
-
Mengakses portal resmi SSCASN dan memilih menu Buat Akun.
-
Mengisi data sesuai KTP dan Kartu Keluarga.
-
Memasukkan nomor telepon aktif dan alamat email aktif.
-
Melengkapi data tambahan yang diminta sistem.
-
Mengunggah scan KTP dan foto swafoto sesuai ketentuan.
-
Membuat password akun dan pertanyaan pengamanan.
-
Memeriksa kembali seluruh data sebelum menyelesaikan registrasi.
(seo)
































