Logo Bloomberg Technoz

“Sejalan dengan hal tersebut, postur makro fiskal tahun 2027 didesain secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan defisit 1,8% sampai 2,4% terhadap PDB, yang ditopang pendapatan negara sebesar 11,82% sampai dengan 12,44% PDB untuk mendukung belanja negara sebesar 13,62% hingga 14,80% PDB,” jelasnya. 

Di sisi lain, Purbaya menyebut dengan mencermati dinamika perekonomian terkini dan prospek ke depan, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan mampu berputar lebih cepat dan tumbuh lebih tinggi sebagai fondasi akselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. 

“Untuk itu, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat,” tuturnya. 

Postur Fiskal dan Asumsi Makro 2027

Pemerintah menetapkan sejumlah indikator makro ekonomi utama untuk mengawal ketahanan fiskal, antara lain:

  • Kurs rupiah di kisaran Rp16.800/US$ hingga Rp17.500/US$ 
  • Suku Bunga SBN Tenor 10 Tahun: Dipatok pada rentang 6,5% hingga 7,3%.
  • Defisit APBN 2027: Dijaga ketat di kisaran 1,80% hingga maksimal 2,40% dari PDB, yang lebih rendah dari realisasi defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92%.
  • Pendapatan Negara: Target 11,82% hingga 12,40% dari PDB.
  • Belanja Negara: Alokasi 13,62% hingga 14,80% dari PDB untuk membiayai program prioritas nasional.
  • Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan mencapai 5,8% hingga 6,5% sebagai batu loncatan menuju target 8% pada 2029.

Di sektor energi, postur fiskal akan ditopang oleh asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) di kisaran US$70-US$95 per barel, target lifting minyak bumi 602.000 hingga 615.000 barel per hari (bpd), serta lifting gas bumi 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari.

(mfd/ell)

No more pages