Selain itu, kualitas kredit juga masih terkendali. Biaya kredit (credit cost) tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) rata-rata berada di bawah 2%.
"Saat ini kinerja Himbara sangat bagus, sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran atau keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa," katanya.
Setali tiga uang, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menilai fundamental ekonomi Indonesia, khususnya dari sisi perbankan, masih sangat kuat.
Menurutnya, para pelaku pasar terus berkoordinasi dan berdiskusi untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
"Fundamental ekonomi kita dari sisi perbankan sangat kuat. Pelaku pasar terus berkoordinasi, berdiskusi dan bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana kita harapkan bersama-sama," kata Prasetyo.
Adapun, sejalan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, gerak saham-saham bank Himbara juga berada di zona hijau, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 6,47% ke level Rp3.950 pada penutupan sesi pertama.
Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 8,31% ke level Rp3.260, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 6,56% ke level Rp2.760 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 10,48% ke level Rp1.160.
(cpa/naw)




























