Bahkan ada ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga acuan akan ditempuh untuk meredam ancaman inflasi. Termasuk oleh bank sentral paling berpengaruh di dunia, Federal Reserve dari Amerika Serikat (AS).
“Kalau kita hanya melihat di ruang hampa, maka suku bunga bisa saja naik sekarang. Sudah lima tahun inflasi tinggi dan bergerak ke arah yang salah,” tegas Collin Martin, Head of Fixed Income Research and Strategy di Schwab Center, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (9/6/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 34.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di angka nol. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya punya peluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.334/troy ons.
Dari situ, ada harapan harga emas bisa menguji resisten US$ 4.380/troy ons sebagai Moving Average (MA) 5. Target berikutnya ada di rentang US$ 4.445-4.491/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.311/troy ons sepertinya akan menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke kisaran US$ 4.299-4.297/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 4.289/troy ons.
(aji)


























