"Ancaman tsunami dari gempa bumi ini sekarang telah berlalu," ungkap Pusat Peringatan Tsunami Pasifik dalam rilis pemutakhiran terbarunya pada pukul 11.57 siang waktu Manila. Lembaga tersebut sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan dini risiko tsunami untuk wilayah Indonesia, Filipina, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini.
Merespons bencana besar ini, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. langsung menginstruksikan seluruh instansi pemerintah terkait untuk segera mengambil tindakan darurat. Ia juga memutuskan untuk meliburkan aktivitas sekolah di seluruh wilayah terdampak di Mindanao hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Gempa terjadi bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah untuk tahun ajaran baru di Filipina, sehingga para siswa harus dievakuasi. Sebuah rumah sakit juga terpaksa memindahkan pasien ke area jalanan demi keselamatan.
“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di komunitas pesisir untuk melakukan evakuasi darurat,” ujar Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Provinsi Sarangani, Rene Punzalan, kepada stasiun radio DZBB. “Tidak ada listrik dan sinyal telepon juga terputus-putus.”
Ia menggambarkan kekuatan gempa tersebut sangat besar. “Rasanya seperti diayun dalam sebuah buaian,” katanya.
Sementara itu, Pusat Penelitian Geosains GFZ Helmholtz Jerman mencatat gempa memiliki magnitudo 8,1 dengan kedalaman 10 kilometer.
Van Ruiz, seorang staf resor pantai di Teluk Sarangani, mengatakan melalui sambungan telepon bahwa seluruh tamu telah dievakuasi dari hotel dan bangunan resor mengalami sejumlah kerusakan.
Aktivitas pemerintahan di beberapa wilayah, termasuk Kota Davao, juga dilaporkan dihentikan sementara. Otoritas penerbangan sipil Filipina turut menangguhkan operasional Bandara General Santos yang berdampak pada 17 penerbangan.
“Saya bahkan tidak bisa berdiri karena guncangannya sangat kuat,” kata Tomas Alon, warga Kota General Santos, kepada DZBB. “Semua barang di rumah saya berjatuhan.”
Filipina merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana alam di dunia. Negara ini kerap dilanda gempa bumi dan letusan gunung api karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik, yaitu jalur sesar aktif yang mengelilingi Samudra Pasifik.
(bbn)
































