“Dan alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, disalurkan insentif untuk yang sektor PSO saja."
Dalam kesempatan itu, dia memproyeksi program B50 bakal menghemat devisa Rp157,28 triliun. Lalu, meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) hingga Rp24,68 triliun.
Kemudian, berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 2,2 juta orang dan ditargetkan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 46,72 juta ton CO2.
“Dan untuk proyeksi hingga Desember 2026 dengan adanya penambahan 50% ini, maka penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai Rp157,28 triliun,” klaim Eniya.
Eniya, dalam kesempatan sebelumnya, mengungkapkan road test atau uji coba B50 telah selesai pada akhir Mei lalu. Adapun, uji jalan telah dilakukan sejauh 50 ribu kilometer (km), yang diterapkan pada berbagai mesin dan komponen kendaraan jarak jauh.
“[Road test] 50.000 km selesai minggu ini ya. [Tes] di kapal sudah selesai, [mesin] tambang selesai, otomotif, Alsintan [alat dan mesin pertanian) selesai,” ungkap Eniyati di sela-sela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).
“Yang belum selesai [tes] adalah kereta sama genset. Genset itu nanti sampai Oktober,” tambahnya.
Eniya menambahkan, meski terdapat dua sektor lagi yang belum menyelesaikan 100% uji coba, hal ini tidak mengubah target mandatori B50 pada semester kedua tahun ini atau tepatnya mulai 1 Juli 2026.
“Iya, per satu Juli. Gini, walaupun dua [sektor] itu tertinggal, tetapi kan mostly hasil uji sampai 50.000 km itu melampaui spesifikasi yang ada. Maksudnya gini, kalau dipasang filter, 10.000 km sudah harus ganti, ternyata dia sampai 30.000 km enggak ganti [filter], dan ini bagus,” jelasnya.
Sebelumnya, Eniya mengumumkan alokasi dana insentif untuk membiayai program B40 pada 2026 ditetapkan senilai Rp47,2 triliun dengan alokasi volume sebanyak 15,64 juta kiloliter (kl).
Angka tersebut terbilang lebih tinggi jika dibandingkan dengan besaran awal alokasi ‘subsidi’ B40 yang ditetapkan pada tahun lalu, yakni Rp35,5 triliun.
Akan tetapi, alokasi dana insentif tahun ini tetap lebih rendah, jika dibandingkan dengan pendanaan B40 yang direalisasikan pada 2025 yakni Rp51 triliun.
(azr/ros)





























