Nilai tersebut setara dengan 100% laba bersih perseroan jika mengikutsertakan hasil discontinued operations atau operasi yang dihentikan dan dari laba bersih penjualan es krim yang mencapai Rp7,64 triliun.
Benjie mengatakan, perseroan akan tetap menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan penguatan kinerja bisnis jangka panjang.
“Rasio pembayaran dividen sebesar 100% menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan nilai bagi para pemegang saham. Hal ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal,” ujar Benjie.
Benjie mengatakan, perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan penguatan bisnis jangka panjang.
Di samping itu, perseroan akan berfokus memperkuat fundamental usaha sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan kompetitif.
Perihal kinerja, pada 2025 lalu, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun, dengan perolehan laba bersih dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp3,5 triliun setelah mengecualikan unit bisnis Es Krim dan Teh Sari Wangi.
Jika diakumulasikan dengan hasil divestasi operasional yang dihentikan tersebut, total laba bersih yang dapat diatribusikan mencapai Rp7,64 triliun.
Sementara itu, dalam RUPST yang digelar kemarin, selain menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025, para pemegang saham perseroan juga mengesahkan laporan keuangan dan laporan tahunan perseroan, menunjuk akuntan publik untuk tahun buku 2026, menyetujui pengangkatan kembali anggota direksi, serta menetapkan remunerasi bagi anggota dewan komisaris.
(cpa/naw)




























