Logo Bloomberg Technoz

"Itu harapan kita untuk speed up prosesnya. So far masih on track," ujar Nyoman.

Di tengah volatilitas pasar yang memicu kekhawatiran investor, BEI juga terus memperkuat komunikasi dengan investor institusi untuk menjaga stabilitas pasar.

Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan investor institusi yang berpotensi menjadi penyangga atau shock absorber saat pasar mengalami tekanan.

Pejabat Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan komunikasi tersebut dilakukan tidak hanya dengan investor domestik, tetapi juga investor global.

"Ya kami berkomunikasi terus dengan seluruh investor, baik investor institusi domestik dan bahkan investor global," kata Jeffrey.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 4 Juni 2026 (Bloomberg)

Jeffrey juga mengungkapkan sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor institusi besar, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, untuk mendorong peningkatan partisipasi investor domestik di pasar modal.

Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya regulator dan pelaku pasar memulihkan kepercayaan investor setelah IHSG mengalami tekanan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Juni ini dengan laju yang amat lesu. Pelemahan yang terjadi pada tiga hari ini juga senada dengan data historis dalam 5 tahun.

Jika dirata-ratakan, IHSG tercatat terkoreksi 0,88% selama perdagangan saham pada Juni.

Pada perdagangan sepanjang bulan Juni ini, IHSG terus berada di zona merah dengan akumulasi penurunan 6,4% menyentuh posisi 5.724. IHSG pun bergerak agresif dengan kecenderungan fluktuasi yang tinggi.

IHSG melemah bersamaan dengan rilis data neraca perdagangan barang Indonesia, di mana neraca dagang mengalami penyempitan nilai surplus menjadi sebesar US$89,1 juta pada April 2026.

Raihan tersebut jauh lebih kecil ketimbang surplus pada Maret 2026 yang mencapai US$3,32 miliar. Realisasi surplus dagang April ini juga jauh lebih rendah dibanding proyeksi konsensus Bloomberg menghasilkan median surplus perdagangan April sebesar US$1,31 miliar.

IPO Sepi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti sepinya perusahaan yang melantai atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I-2026.

Airlangga berharap target IPO yang telah masuk dalam perencanaan atau pipeline otoritas bursa dapat dikejar tahun ini.

“Mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi, sehinga ini masih dalam pipeline,” kata Airlangga saat membuka Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Airlangga mengatakan pelaksanaan IPO sejumlah perusahaan private menjadi krusial untuk mendorong pertumbuhan indeks saham mendatang.

Dengan demikian, dia meminta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI untuk mengesekusi rencana perusahaan yang melantai di pasar modal tahun ini.

Adapun, BEI tidak berhasil membawa perusahaan potensial untuk melantai di bursa pada kuartal I-2026.

IPO pertama tahun ini baru terlaksana pada 10 April 2026 yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).

Saat itu, WBSA menghimpun dana segar sekitar Rp302,4 miliar dengan melepas 1,8 miliar saham kepada publik atau sekitar 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Situasi pencatatan saham perdana itu berbalik dari torehan IPO sepanjang kuartal I-2025 yang terbilang ramai.

Sebanyak 11 perusahaan melantai di bursa saat itu dengan antusias pasar yang relatif tinggi.

(cpa/naw)

No more pages