Berikut sejumlah area yang berpotensi menjadi terobosan yang bisa kembali membangkitkan antusiasme investor terhadap Nvidia.
Pada presentasi pendapatan di bulan Mei, Nvidia memaparkan sumber pendapatannya, dan para eksekutif meluangkan waktu untuk membahas ketergantungan relatifnya terhadap pelanggan terbesarnya—raksasa teknologi “hyperscaler” seperti Google, Amazon.com Inc., Meta Platforms Inc., dan Microsoft Corp. Para hyperscaler sudah menjadi sumber pertumbuhan pendapatan terbesar Nvidia secara tahunan (year over year/yoy).
Perusahaan-perusahaan itu membeli sekitar setengah dari cip “akselerator” pusat data AInya, dan semuanya berupaya mengembangkan semikonduktor mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap Nvidia, dengan pelbagai tingkat keberhasilan. Para eksekutif Nvidia menyebut perusahaan terus memperoleh pangsa pasar dengan para hyperscaler.
CFO Nvidia Colette Kress menunjukkan bahwa bagian lain dari bisnis pusat datanya—yang melayani pemerintah dan perusahaan yang lebih kecil dari para hyperscaler—tumbuh lebih cepat pada kuartal pertama 2026 dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Itu lah arah yang diinginkan investor: lebih banyak pelanggan dan lebih sedikit ketergantungan pada sekelompok kecil pelanggan besar yang ingin melakukan hal-hal sesuai keinginan mereka sendiri.
China
Semetara itu, ekonomi terbesar kedua di dunia atau di China adalah pasar tunggal terbesar untuk semikonduktor, dan Nvidia masih belum dapat menjual produk terbaiknya di sana. Pembatasan ekspor AS yang diberlakukan atas nama keamanan nasional mencegah penjualan prosesor AI kelas atas kepada pelanggan China.
Meskipun pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengizinkan ekspor beberapa model lama, hal itu tidak membantu Nvidia karena pemerintah China belum mengizinkan perusahaan-perusahaannya untuk membelinya. Sementara itu, Huang yang kerap bepergian ke berbagai negara masih harus bekerja keras untuk membujuk para politisi agar memberinya kebebasan yang lebih besar untuk berbisnis di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Untuk saat ini, Nvidia tak melihat pendapatan pusat data dari negara yang bersaing dengan AS untuk mendominasi di bidang AI.
Komputer PC
Nvidia kini menyumbang sekitar 12% dari total nilai saham di Indeks Nasdaq Composite. Menurut sebuah laporan dari analis Bank of America (BofA), hampir 80% dari dana yang dikelola secara aktif sudah memiliki saham tersebut.
Setiap kuartal, perusahaan tersebut melaporkan pertumbuhan dinilai amat besar dan melampaui perkiraan pendapatan sampai miliaran dolar AS. Pendapatannya kini berada di jalur untuk mencapai lebih dari sepertiga total pendapatan industri cip.
Sederhananya, antrean untuk membeli cip AI Nvidia makin panjang dari waktu ke waktu dan semua orang tahu bahwa perusahaan ini diklaim berkinerja sangat baik. Sisi lain dari kinerja ini adalah semakin sulit bagi manajemen untuk menarik perhatian investor saat mereka mempunyai sesuatu yang baru untuk diumumkan.
Upaya terbaru Nvidia dalam prosesor komputer pribadi atau PC, yang diungkapkan di pameran Computex pada 1 Juni 2026, menunjukkan bagaimana hal itu mungkin terjadi. Meski begitu, langkah ini mengandung risiko. Prosesor PC merupakan pasar yang lebih kompetitif; harga jual rerata diukur dalam puluhan atau ratusan dolar AS saja.
Lalu, akselerator AI Nvidia dijual dengan harga puluhan ribu dolar AS per unit dan merupakan inti dari margin laba kotornya yang amatt tinggi yaitu 75%. Sedangkan produsen prosesor PC Advanced Micro Devices Inc. (AMD) mencapai margin 55% pada kuartal lalu dan Intel Corp. tengah kesulitan dengan melaporkan margin sekitar 40%.
AI
Di samping itu, acara-acara Nvidia biasanya menampilkan serangkaian pembaruan terkait pelbagai penawaran komputasi AI yang terus berkembang dari perusahaan tersebut. Banyak dari produk-produk ini adalah software dengan open source, yang diberikan secara gratis sebagai cara untuk merangsang permintaan hardware Nvidia, sehingga tak menghasilkan penjualan langsung bagi perusahaan.
Produk-produk ini pun dapat sangat khusus: robot humanoid prototipe untuk peneliti, perangkat lunak perencanaan pusat data, data simulasi mobil otonom (self-driving car), dan sistem yang bertujuan untuk memadukan kecerdasan buatan dengan teknik komputasi kuantum. Semuanya bertujuan guna menjadikan AI bagian yang lebih luas dari kehidupan sehari-hari.
Namun belum jelas berapa banyak kasus penggunaan ini yang cukup untuk memicu lonjakan saham Nvidia lagi. Momentum yang lebih besar akan dibutuhkan untuk meredakan kekhawatiran investor bahwa pengeluaran untuk AI sudah jauh melampaui penggunaan praktis teknologi tersebut dan terdapat gelembung yang bakal meledak.
--Dengan asistensi dari Lynn Doan.
(bbn)































