Logo Bloomberg Technoz

Saham LQ45 yang melemah dalam dan menjadi top losers di antaranya PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang amblas 12%, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) jatuh 9,77%, dan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ambruk 9,52%.

Sejumlah indeks saham Asia lainnya masih mampu menguat. KOSDAQ (Korea Selatan), KLCI (Malaysia), SETI (Thailand), dan SENSEX (India) naik masing-masing 2,36%, 0,89%, 0,82%, dan 0,06%.

Sementara NIKKEI 225 (Jepang), Hang Seng (Hong Kong), Straits Time (Singapura), Weighted Index (Taiwan), TOPIX (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), PSEI (Filipina), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), Shenzhen Comp. (China), dan Ho Chi Minh Stock Exchange (Vietnam) terpangkas masing-masing 3,48%, 1,49%, 1,47%, 1,31%, 1,25%, 1,22%, 1,04%, 1,02%, 0,57%, 0,48%, 0,49% dan 0,02%.

Jadi, IHSG adalah bursa saham dengan pelemahan paling buruk dan terlemah di Asia.

IHSG Cetak Rekor Terendah Sejak Desember 2020 Silam (Bloomberg)

Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya datang dari aksi jual yang masih cukup besar melanjutkan. Investor asing amat gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp993,29 miliar. Di pasar reguler, investor asing net sell Rp864,07 miliar. Melanjutkan tren net sell Rp1,39 triliun pada perdagangan sebelumnya.

Melansir Panin Sekuritas, dari sisi global, ketidakpastian proses negosiasi Amerika Serikat (AS)-Iran turut menekan optimisme pasar. Terbaru, aksi saling tembak antara militer AS dan Iran terus berlangsung, hingga menyeret Kuwait dan Bahrain ke dalam salah satu eskalasi konflik paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan pada April lalu, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Situasi tersebut berisiko menggagalkan pembicaraan damai AS-Iran serta meruntuhkan gencatan senjata yang ada.

Lalu dari domestik, sentimen pasar tengah tertekan di tengah rilis Peraturan Pemerintah (PP) No.16 Tahun 2026 yang mengatur tata kelola Danantara terbaru dengan membuka opsi APBN sebagai sumber penyertaan modal terhadap holding investasi baru yang akan dibawahi Danantara. 

“Pasar juga tengah mencermati proses pengesahan RUU P2SK yang tengah berjalan di DPR,” terang Panin dalam catatan terbarunya, Kamis siang.

Arah IHSG Selanjutnya

Sementara itu, mencermati arah selanjutnya, IHSG gagal membentuk base di support target 5.750. Jika close di bawah area tersebut, menyitir Phintraco Sekuritas, waspadai strong bearish ke support trendline 5.500 dari monthly chart.

“Selama IHSG masih konsisten membentuk lower low dengan black marubozu, belum terdapat peluang rebound,” tegas Phintraco Sekuritas dalam analisisnya.

Danareksa Sekuritas menyebut, struktur harga masih menunjukkan pola downtrend dengan pembentukan lower high dan lower low yang berlanjut. “Belum terlihat adanya sinyal pembalikan tren yang kuat di grafik mingguan,” tulis riset BRIDS.

Adapun area support berikutnya yang menarik dicermati ialah 5.350–5.400 yang merupakan support teknikal terdekat dan area konsolidasi historis 2020–2021.

Selanjutnya adalah 5.000 yang support psikologis sekaligus area mayor apabila tekanan jual berlanjut.

“Perlu diingat, area support dan resistance di atas merupakan analisa teknikal berdasarkan pergerakan harga historis,” terang BRIDS.

Arah IHSG selanjutnya juga akan sangat ditentukan oleh sentimen pasar, kondisi makroekonomi, arus dana asing, serta katalis domestik dan global yang berkembang saat ini.

(fad/aji)

No more pages