Referensi Tontonan Video Kian Bergeser dari Televisi ke Streaming
Merinda Faradianti
03 June 2026 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan terbaru Omdia jumlah pelanggan video online di seluruh dunia pada akhir 2025 mencapai 2,24 miliar. Angka ini meningkat 17,6% dibandingkan 1,9 miliar pelanggan pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 2021 dan mempertegas pergeseran konsumsi hiburan dari televisi berbayar tradisional ke platform streaming.
Namun demikian, jika ditelaah lebih jauh, jumlah pelanggan layanan TV berbayar global justru menurun. Pada 2025 tercatat total pelanggan pay-TV turun 1,8% secara tahunan menjadi 1,03 miliar pelanggan.
Alhasil, layanan video online kini menguasai sekitar 68,4% dari total gabungan 3,3 miliar langganan TV dan video di seluruh dunia. Tidak hanya unggul dari sisi jumlah pelanggan, layanan streaming juga berhasil melampaui TV berbayar dalam hal pendapatan untuk pertama kalinya
Omdia menyatakan bahwa pendapatan industri video online meningkat 13,5% menjadi US$176 miliar pada 2025, sementara pendapatan TV berbayar turun 4% menjadi US$170 miliar. Angka tersebut mencakup pendapatan berlangganan dan transaksi, namun tidak memasukkan pendapatan iklan.
Practice Leader Media, Entertainment & Advertising Omdia, Adam Thomas mengatakan, lonjakan pelanggan pada 2025 terutama didorong oleh hadirnya paket berlangganan yang lebih murah dengan dukungan iklan.
“Kenaikan pelanggan sebesar 17,6% pada 2025 merupakan pertumbuhan tahunan terbesar sejak 2021. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh paket langganan berbasis iklan yang disubsidi oleh operator telekomunikasi dan penyedia TV berbayar,” kata Thomas, dikutip Rabu (3/6/2026).
Thomas menegaskan bahwa popularitas paket berbiaya rendah tersebut menjadi alasan mengapa jumlah pelanggan meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Meskipun pelanggan naik 17,6%, pendapatan hanya bertumbuh 13,5%.
Omdia juga mencatat, strategi paket beriklan menjadi salah satu alat utama platform streaming untuk menjangkau konsumen yang lebih sensitif terhadap harga. Namun tren tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan streaming mulai mengalihkan fokus dari mengejar jumlah pelanggan baru menjadi memaksimalkan pendapatan dari basis pelanggan yang sudah ada. Salah satu caranya adalah menaikkan harga paket premium tanpa iklan.
Senior Principal Analyst TV & Online Video Omdia, Tony Gunnarsson mengatakan lonjakan pelanggan pada 2025 tidak mengubah prospek jangka panjang industri.
“Jelas bahwa ketersediaan paket beriklan dengan harga menarik memberikan dorongan sementara terhadap jumlah pelanggan layanan SVOD pada 2025. Namun hal itu tidak mengubah proyeksi jangka panjang kami yang tetap memperkirakan pertumbuhan tahunan hanya berada pada level satu digit rendah dalam beberapa tahun mendatang,” sebut Gunnarsson.
Seiring pasar streaming di sejumlah negara utama mulai mendekati titik jenuh, Omdia memperkirakan laju pertumbuhan pelanggan akan melambat menjadi sekitar 5,6% sepanjang 2026.
Meski demikian, dominasi streaming terhadap TV berbayar diperkirakan akan terus menguat, didukung oleh perubahan perilaku konsumen, semakin banyaknya pilihan konten digital, serta strategi monetisasi baru yang dikembangkan para penyedia layanan video online.




























