Logo Bloomberg Technoz

Harga Token Listrik 2-7 Juni 2026 Beli Rp100.000 Dapat Berapa kWh

Referensi
03 June 2026 15:50

Warga mengecek token listrik di salah satu rusun di Jakarta, Jumat (26/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga mengecek token listrik di salah satu rusun di Jakarta, Jumat (26/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tarif listrik PLN pada periode 2-7 Juni 2026 masih mengacu pada Tarif Tenaga Listrik (TTL) Triwulan II 2026. Pemerintah belum melakukan penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi sehingga harga token listrik tetap sama seperti periode sebelumnya.

Bagi pelanggan listrik prabayar, jumlah kWh yang diperoleh tidak hanya ditentukan oleh nominal pembelian token, tetapi juga dipengaruhi oleh tarif listrik sesuai golongan daya dan besaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang berlaku di masing-masing daerah.

Lantas, berapa kWh yang diperoleh jika membeli token listrik Rp100.000?

Tarif Listrik PLN Juni 2026


Tarif listrik nonsubsidi pada Juni 2026 masih berlaku tanpa perubahan. Pemerintah memutuskan mempertahankan tarif listrik Triwulan II 2026 guna menjaga daya beli masyarakat.

Evaluasi tarif listrik nonsubsidi biasanya dilakukan setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi, antara lain nilai tukar rupiah, inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), dan Harga Batubara Acuan (HBA).