Berikut tarif listrik rumah tangga nonsubsidi yang berlaku saat ini:
|
Golongan Daya |
Tarif per kWh |
|
900 VA (R-1/TR) |
Rp1.352 |
|
1.300 VA (R-1/TR) |
Rp1.444,70 |
|
2.200 VA (R-1/TR) |
Rp1.444,70 |
|
3.500 VA-5.500 VA (R-2/TR) |
Rp1.699,53 |
|
6.600 VA ke atas (R-3/TR) |
Rp1.699,53 |
Cara Menghitung kWh Token Listrik
Untuk mengetahui jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik, pelanggan dapat menggunakan rumus berikut:
(Nominal Pembelian - PPJ) ÷ Tarif Listrik per kWh
Besaran PPJ berbeda di setiap daerah sehingga jumlah kWh yang diterima pelanggan juga dapat berbeda meskipun nominal pembelian sama.
Beli Token Rp100.000 Dapat Berapa kWh?
Sebagai simulasi, digunakan pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan PPJ sebesar 3%.
|
Komponen |
Nilai |
|
Nominal Pembelian |
Rp100.000 |
|
PPJ 3% |
Rp3.000 |
|
Saldo Setelah PPJ |
Rp97.000 |
|
Tarif Listrik |
Rp1.444,70 per kWh |
Perhitungan:
(Rp100.000 - Rp3.000) ÷ Rp1.444,70 = 67,14 kWh
Dengan demikian, pembelian token listrik Rp100.000 setara dengan sekitar 67,14 kWh.
Faktor yang Memengaruhi Jumlah kWh
Jumlah kWh yang diperoleh pelanggan dapat berbeda meskipun nominal pembelian token sama. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh:
-
Golongan daya listrik pelanggan
-
Tarif listrik yang berlaku
-
Besaran PPJ di masing-masing daerah
Karena itu, pelanggan dengan daya listrik berbeda akan memperoleh jumlah kWh yang berbeda meski membeli token dengan nominal yang sama.
Pelanggan listrik prabayar disarankan rutin memantau sisa kWh pada meteran listrik agar pasokan listrik tetap tersedia, terutama saat penggunaan perangkat elektronik di rumah meningkat.
(seo)



























