Logo Bloomberg Technoz

Diberitakan sebelumnya, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mengungkap rasa prihatin mendalam atas munculnya dugaan pelanggaran akademik dan riset yang melibatkan nama warga Indonesia dalam forum ilmiah internasional. Ketua MGBKI Budi Iman Santoso menegaskan ilmu kedokteran harus berdiri di atas prinsip kebenaran, kejujuran, etika, dan tanggung jawab akademik.

Dalam pernyataannya, MGBKI menyoroti pelbagai dugaan pelanggaran serius seperti fabrikasi data, falsifikasi hasil penelitian, plagiarisme, pemalsuan identitas, pencatutan afiliasi institusi, manipulasi kepengarangan, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menciptakan karya ilmiah fiktif.

“MGBKI menegaskan bahwa ilmu kedokteran hanya dapat berdiri di atas kebenaran, kejujuran, etika, dan tanggung jawab akademik,” kata Budi dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/05/2026). 

Dia menyebut praktik-praktik tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap martabat ilmu pengetahuan dan tidak dapat ditoleransi. “MGBKI tidak mendorong penghakiman di ruang publik, persekusi personal, maupun penyebaran data pribadi. Yang harus ditegakkan adalah kebenaran ilmiah, bukan kegaduhan,” ujar Budi.

(far)

No more pages