"Kami sampaikan bahwa angka potensi luas panen ini dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangannya nanti ya seperti serangan hama OPT, kemudian banjir, kekeringan, waktu realisasi panen petani dan lain-lain," tutur dia.
Produksi Gabah-Luas Panen
Di sisi lain, produksi padi sepanjang periode yang sama (Mei-Juli) diproyeksikan mencapai sebanyak 13,75 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun 16,03% secara tahunan.
Sementara itu, produksi padi sepanjang April tercatat mencapai 7,63 juta ton GKG, yang juga turun 16,03% secara tahunan. Proyeksi produksi padi sejak Januari hingga Juli tahun ini mencapai 38,11 juta ton GKG atau turun 0,34% secara tahunan.
Dari sisi luas panen, BPS melaporkan sepanjang April 2026 mencapai 1,40 juta hektar atau mengalami penurunan sebesar 15,47% dibandingkan dengan April 2025 yang sebesar 1,65 juta hektar.
"Sementara itu potensi luas panen padi pada Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta hektar atau mengalami penurunan seluas 0,02 juta hektar atau 0,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Pudji.
Dengan demikian, luas panen padi sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektar atau mengalami kenaikan seluas 0,001 juta hektar atau 0,02% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.
"Angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Mei hingga Juli 2026 seperti serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, serta waktu pelaksanaan panen oleh petani dan lain sebagainya."
(ibn/ell)






























