Penguatan saham lainnya turut terjadi di lini bisnis petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham TPIA menguat 12,04% ke level Rp2.000 per saham sesaat setelah pembukaan bursa. TPIA menghimpun transaksi mencapai Rp668,86 miliar.
Sementara itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 14,56% ke level Rp5.350 per saham. PTRO menghimpun transaksi mencapai sekitar Rp240 miliar saham.
Adapun, PT Chandra Daya Investasi (CDIA) menguat 8,24% ke level Rp920 per saham. Anak usaha TPIA yang mengurusi bisnis pelayaran itu menghimpun transaksi sekitar Rp74 miliar.
Penguatan saham grup Prajogo Pangestu itu melanjutkan tren reli pada perdagangan saham pekan sebelumnya, Jumat (29/5/2026). Belakangan, reli saham grup Prajogo Pangestu berlanjut kendati terdepak dari penyedia indeks global MSCI yang efektif hari ini.
Praktisi pasar modal sekaligus Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee melihat penguatan sejumlah saham di tengah momentum rebalancing justru mengindikasikan bahwa investor institusi telah lebih dahulu melakukan penyesuaian portofolio.
“Melihat pola pergerakan saham pasca pengumuman MSCI, kemungkinan sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio,” kata Hans dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Hans juga melihat banyak emiten yang keluar dari indeks tetap memiliki fundamental yang solid serta prospek jangka panjang yang menarik. Bahkan, momentum pasca rebalancing dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi pergerakan pasar saham domestik.
Selain itu, reformasi pasar modal oleh OJK dan SRO dinilai turut memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor baik domestik maupun asing.
Seiring dengan penguatan saham afiliasi Prajogo Pangestu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut dibuka di zona hijau. Pada pukul 9.01, indeks mencatat kenaikan 82,62 poin atau setara dengan menguat 1,35% ke level 6.210, yang berseberangan jauh dengan Bursa Asia.
Hampir semua indeks saham utama di Bursa Asia yang sudah buka justru melemah di zona merah, berbeda dengan IHSG yang berhasil menguat.
Bursa Saham Asia dibuka merah. KOSDAQ (Korea Selatan), KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), Topix (Jepang), Shenzhen Comp. (China), Shanghai Composite (China), CSI 300 (China), dan Hang Seng (Hong Kong), yang justru dibuka melemah.
Sementara itu, PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), dan TW Weighted Index (Taiwan), yang berhasil dibuka menguat hijau cerah pagi ini.
Mengutip BRI Danareksa Sekuritas, secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang support 6.070 dan resistance 6.285.
Sentimen pasar pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Indonesia Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 2,94% year–on–year/yoy serta surplus neraca perdagangan yang berpotensi menyusut menjadi US$1,31 miliar.
“Investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global,” papar BRI Danareksa.
(naw)





























