Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan di Timur Tengah menjadi faktor utama penggerak harga emas. Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut-sebut sudah menyepakati masa gencatan senjata selama 60 hari ke depan.

Presiden AS Donald Trump dalam cuitan di media sosial menyebut dirinya akan membuat “keputusan final” soal kesepakatan tersebut. Namun New York Times mengungkapkan bahwa Trump meninggalkan rapat yang berlangsung selama dua jam tanpa keputusan apa-apa.

Meski begitu, harapan damai antara AS-Iran membuat harga minyak jatuh. Kemarin, harga minyak jenis brent anjlok 1,08% ke US$ 91.7/barel, terendah dalam enam pekan terakhir.

Sepanjang perdagangan pekan ini, harga minyak brent ambrol 11,44%.

Saat harga energi lebih terkendali, maka dunia bisa terhindar dari ancaman inflasi tinggi. Jika itu terjadi, maka bank sentral di berbagai negara bisa punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui pemangkasan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga bisa turun.

(aji)

No more pages