“Orang banyak nulis bahasa Indonesia dan yang baca makin banyak juga jadi kita lebih banyak lebih terbuka lebih melek. Mungkin bukan buku-buku cerita aja buku ilmiah, buku ekonomi yang bagus sehingga pandangan anda nggak dikuasai oleh ekonom TikTok,” kata Purbaya.
Insentif bagi penulis tersebut diumumkan oleh pemerintah dalam paket insentif khusus untuk periode semester 2 tahun ini.
Paket insentif itu termasuk periode libur sekolah, sebagai bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menggelontorkan anggaran mencapai sekitar Rp7,85 triliun untuk insentif tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Insentif akan diberikan kepada lanjutan pemberian PPN DTP untuk tiket pesawat domestik, program magang nasional, hingga insentif pajak bagi penulis.
“Pertama, tentu yang terkait dengan perpajakan bagi penulis, tadi kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis diberikan PPh final sebesar 1,5%," ujar Airlangga kepada wartawan di kantornya, Selasa (26/5/2026).
(ell)































