“Hasilnya rusak, namun semakin sulit dideteksi. Hal ini persis seperti yang Anda harapkan dari model statistik yang semakin akurat,” jelas dia.
Hotz lantas mengantisipasi penolakan yang nyata: seorang programmer yang mendefinisikan sebagian identitasnya lewat keahliannya secara alami bakal menolak alat yang mengancam akan menggantikannya. Hotz menanggapi keberatan tersebut dengan serius dan menolaknya begitu saja.
“Saya lebih memikirkan tentang hal pelestarian harga diri,” ujar dia.
Hotz mengatakan kekhawatirannya bukan soal bakal digantikan. Akan tetapi, ini tentang apa yang terjadi pada kualitas kode saat semua orang menggunakan alat-alat ini secara bersamaan.
“Saya hampir berpikir ini semacam tipu muslihat untuk menjual agen. Rasa takut akan kerugian adalah satu-satunya cara untuk membuat perusahaan-perusahaan besar bergerak. Meskipun menurut saya dalam ketakutan itu mereka membuat kesalahan besar,” ucap Hotz.
(far/wep)





























