Logo Bloomberg Technoz

"Jadi beda nih kualitas dalam dua dekade terakhir dan per hari ini inflasi kita jaga di 2,4 dan depresiasi Rupiah 5%," tutur dia.

Dia mengatakan, hal itu juga didorong oleh sektor keuangan dalam negeri, khususnya perbankan dan korporasi yang disebutnya masih sangat solid.

"Jadi seperti yang saya selalu sampaikan ekonomi kita masih kuat. Namun kita punya momentum yang tadi disampaikan bagaimana menuju 8%. Nah 8% ini daerah harus terus mendorong karena pusat itu agregat daerah."

Per Senin kemarin, rupiah sendri kembali ditutup melemah 0,19% di posisi terendahnya sepanjang sejarah yaitu Rp17.743/US$. Sejak awal tahun, rupiah juga telah terdepresiasi mencapai sekitar 6,26%. Secara tahunan, sudah melemah hampir 9%.

Rupiah menjadi satu-satuya mata uang kawasan yang melemah hari ini lantaran berbagai sentimen domestik. Padahal, Bank Indonesia beberapa waktu lalu mengambil langkah cukup agresif dengan menaikkan suku bunga acuan hingga 50 basispoin (bps).

Namun sentimen yang memburuk terkait kondisi fiskal serta adanya ketidakpastian kebijakan masih jadi beban utama rupiah. Hingga, berbagai upaya stabilisasi dan intervensi belum mampu mengangkat rupiah lebih kuat.

(ain)

No more pages