Mereka terakhir terlihat di Serie A pada tahun 2003, yang pada waktu itu diperkuat oleh pemain top Benito Carbone, tetapi tetap terdegradasi ke Serie B. Pada musim 2004-2005 mereka bahkan terlempar ke Serie C2, hingga harus terlempar juga dari kancah sepak bola profesional Italia, dan harus berlaga di divisi amatir karena mengalami kebangkrutan.
Pada akhirnya, Grup Djarum melalui anak usahanya SENT Entertainment menjadi pemilik Klub Como 1907 pada 2019 dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar. Pada 2019 ketika dibeli Grup Djarum, Como 1907 masih menjadi penghuni Serie D di Liga Italia.
Sejak diakuisisi hingga 2022, Grup Djarum menggelontorkan dana investasi hingga 12 juta Euro agar Como berbenah. Alhasil, klub ini berada di peringkat 11 sementara Liga Serie B pada 2022.
Bersinar di tangan Fabregas
Perjalanan karier Fabregas di Como berkembang pesat, pada 2024, mantan pemain Arsenal tersebut berhasil membantu Como promosi ke Serie A sebagai asisten pelatih. Lalu dirinya diangkat menjadi pelatih kepala dan mampu membawa Como finis di 10 besar Serie A.
Di bawah kepelatihan Fabregas, Como dikenal dengan gaya bermain modern yang mengandalkan penguasaan bola dan permainan menyerang. Beberapa kali, Como berhasil mengalahkan tim-tim besar Serie A sehingga berhasil lolos ke Liga Champions.
“Itu dilakukan dengan anak-anak, ini adalah mahakarya dari seluruh tim,” kata Fabregas setelah berhasil masuk Liga Champions.
(spt)































