Logo Bloomberg Technoz

Di tengah capaian data yang lebih kuat dari perkiraan ini, MTI tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan PDB tahun 2026 di kisaran 2% hingga 4%, sejalan dengan pandangan yang dirilis pada Februari lalu. Target tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 5%.

"Belanja modal global yang berkelanjutan di bidang AI diperkirakan akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan bagi klaster elektronik dan teknik presisi di dalam sektor manufaktur," tulis pihak kementerian dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, MTI juga menandai sejumlah risiko potensial, seperti gangguan berkelanjutan pada pasokan energi global, eskalasi baru dari kenaikan tarif dagang AS, serta penurunan mendadak pada belanja modal terkait AI secara global.

"Risiko penurunan terhadap prospek ekonomi Singapura telah meningkat secara signifikan. MTI akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat dan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan PDB sepanjang tahun ini jika diperlukan," tambah kementerian tersebut.

Ketahanan ekonomi Singapura sejauh ini telah memicu kuatnya permintaan terhadap aset aman (safe haven). Kondisi ini turut memperkuat mata uang Dolar Singapura dan mendorong bursa saham setempat mencetak rekor tertinggi. Selain itu, angka penjualan rumah pada bulan lalu juga berhasil menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year), pertumbuhan ekonomi kuartal pertama Singapura berada di angka 6%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan survei Bloomberg sebesar 5,2% dan estimasi awal bulan lalu yang berada di level 4,6%.

Di sisi lain, indikator inflasi inti Singapura pada bulan Maret merangkak naik ke level 1,7%, namun masih di bawah level 2% yang selama ini dinilai aman oleh bank sentral untuk jangka menengah.

Sementara itu, data inflasi inti untuk bulan April yang dijadwalkan rilis pada pukul 13.00 waktu setempat dipatok di angka 1,8% berdasarkan survei Bloomberg. Otoritas Moneter Singapura (MAS) sendiri pada bulan lalu telah mengambil langkah memperketat kebijakan moneter mereka, menjadikannya sebagai bank sentral pertama di Asia yang mengambil tindakan tersebut.

(bbn)

No more pages