Karyawan didorong untuk bekerja dari rumah sementara perusahaan memangkas sekitar 8.000 posisi secara global. Aksi pemutusan hubungan kerja terbaru ini diperkirakan akan berdampak pada tim teknik dan produk Meta secara khusus.
Sementara, PHK tambahan mungkin akan dilakukan pada akhir tahun ini, kata sumber yang mengetahui rencana perusahaan tersebut, yang meminta namanya tidak disebutkan karena informasi tersebut belum dipublikasikan.
Hari Senin, Meta memberi tahu staf bahwa sekitar 7.000 pekerja juga telah dipindahkan ke tim yang baru dibentuk yang berfokus pada inisiatif AI, termasuk produk dan agen.
Meta, yang telah mengalokasikan lebih dari US$100 miliar untuk belanja modal AI tahun ini, memiliki kurang dari 80.000 karyawan pada akhir Maret, sebelum pemindahan dan PHK tersebut.
“Kami kini berada pada tahap di mana banyak unit dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar, menggunakan tim-tim kecil berupa pod/cohort yang dapat bergerak lebih cepat dan memiliki rasa kepemilikan yang lebih besar,” kata Janelle Gale, bos SDM, dalam memo yang telah ditinjau oleh Bloomberg News. “Kami yakin hal ini akan membuat kami lebih produktif dan menjadikan pekerjaan ini lebih memuaskan.”
CEO Mark Zuckerberg telah menjadikan AI sebagai prioritas utama perusahaan, mengerahkan semua sumber daya untuk mengimbangi pesaing seperti Google dari Alphabet Inc. dan OpenAI.
Fokus baru Mark Zuckerberg itu menyebabkan perubahan pada SDM Meta dan cara operasinya. Meta telah mengalami gelombang PHK dalam beberapa tahun terakhir, seiring upaya sang pendiri untuk meningkatkan efisiensi.
Mark Zuckerberg mendorong para insinyur untuk menggunakan agen AI guna membantu pemrograman dan tugas lainnya, merancang rencana untuk memantau perangkat karyawan demi meningkatkan teknologi, serta menghabiskan waktu untuk mengembangkan asisten AI miliknya sendiri guna menangani sebagian tugas CEO-nya, seperti mengumpulkan umpan balik karyawan.
Berbagai perubahan ini membuat karyawan Meta merasa frustrasi dan cemas. Lebih dari seribu orang telah menandatangani petisi yang ditujukan kepada Mark Zuckerberg dan para pemimpin perusahaan lainnya, menuntut agar perusahaan tidak mengumpulkan data mereka dari perangkat — yang bisa sedetail mengumpulkan ketikan, gerakan mouse, dan konten layar — dalam upaya melatih AI.
Sementara yang lain menggunakan media sosial untuk memposting tentang bagaimana ancaman PHK telah memengaruhi pekerjaan dan semangat kerja mereka.
Anggaran jor-joran Meta di bidang AI menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa rencana perusahaan tersebut pada akhirnya mungkin tidak membuahkan hasil. Meskipun Meta menggambarkan PHK ini sebagai peluang untuk “mengimbangi” biaya beberapa investasi AI utamanya, para analis di Evercore memperkirakan pengurangan staf hanya akan menghasilkan penghematan sekitar US$3 miliar.
Itu hanyalah sebagian kecil dari belanja modal yang diproyeksikan Meta tahun ini, yang bisa mencapai US$145 miliar, dan tambahan ratusan miliar dolar yang diperkirakan akan dihabiskan perusahaan untuk infrastruktur AI sebelum akhir dekade ini.































