Logo Bloomberg Technoz

Senator Bill Cassidy dari Louisiana, yang kampanye pencalonan ulangnya sempat digagalkan Trump dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik pada Sabtu lalu, bergabung dengan tiga senator Republik lainnya untuk mendukung langkah menuju pemungutan suara final terkait resolusi penghentian permusuhan.

Perang tersebut telah menutup Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia, sehingga memicu lonjakan harga energi global dan inflasi. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor terpanjang bahkan naik ke level tertinggi dalam hampir dua dekade karena investor khawatir terhadap dampak ekonomi makro dari perang di Timur Tengah.

Meski kehilangan banyak pemimpin senior dan sebagian besar aset militernya akibat serangan bom AS dan Israel, rezim Iran masih bertahan dan membuat frustrasi pejabat AS dengan tetap menguasai Selat Hormuz. Situasi itu mendorong harga bahan bakar di AS naik ke level tertinggi dalam hampir empat tahun.

Berbicara pada Selasa (19/5) sore, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan nada yang sedikit lebih optimistis terkait negosiasi, meski tetap mengancam kemungkinan dimulainya kembali serangan.

“Kami pikir telah membuat banyak kemajuan, kami pikir Iran ingin membuat kesepakatan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa “opsi B” adalah melanjutkan kembali kampanye militer.

“Namun itu bukan yang diinginkan presiden,” lanjutnya. “Dan saya rasa itu juga bukan yang diinginkan Iran.”

Trump pada Senin mengatakan dirinya menunda rencana pemboman baru terhadap Iran yang sedianya dilakukan Selasa atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Sebelumnya, Trump juga beberapa kali mengaitkan perubahan kebijakannya terkait perang Iran dengan permintaan sekutu dan mitra, termasuk Pakistan yang berperan sebagai mediator.

Harga minyak Brent turun sekitar 1% pada Selasa, namun masih diperdagangkan di atas US$110 per barel setelah pernyataan Trump pada Senin malam. Harga acuan itu tetap naik lebih dari 50% sejak perang pecah akibat serangan AS-Israel terhadap Iran, sementara pelaku pasar masih khawatir konflik dapat kembali memanas.

Pengiriman melalui Selat Hormuz kembali menurun, meski para pelaku pasar terus memantau kemungkinan NATO membantu kapal-kapal melintasi jalur tersebut apabila belum dibuka kembali pada awal Juli.

Meski pernyataan Trump terkait Iran kerap mengguncang pasar keuangan, sejumlah analis menilai dampaknya mulai berkurang karena ancaman tersebut sering kali tidak diwujudkan.

“Intervensi verbal penuh gertakan dari Trump dulu berdampak bearish besar terhadap harga, tetapi sekarang pengaruhnya tampak semakin kecil kecuali didukung kenyataan,” kata Kepala Analis Komoditas SEB AB, Bjarne Schieldrop. “Sejauh yang kami lihat, belum ada kemajuan nyata dalam negosiasi antara AS dan Iran, dengan kedua pihak masih bertahan pada tuntutan masing-masing.”

Rapuhnya gencatan senjata juga terlihat pada Minggu ketika pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab terkena serangan drone yang memicu kebakaran di stasiun listrik dan memaksa teknisi mengaktifkan generator darurat.

Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin malam mengumumkan bahwa pasokan listrik normal di Barakah telah dipulihkan, sehingga meredakan kekhawatiran keselamatan di fasilitas nuklir terbesar di Timur Tengah tersebut.

Teheran juga memberi sinyal dapat kembali menyerang negara-negara Teluk apabila AS melanjutkan serangan militernya.

(bbn)

No more pages