Untuk diketahui, sektor manufaktur teknologi domestik memang belum bisa diandalkan. Produk perangkat seperti semikonduktor, memori chip belum bisa diproduksi secara lokal. Alhasil, “jika pelemahan rupiah berlangsung cukup lama, maka kemungkinan besar akan ada penyesuaian harga bertahap di pasar,” terang dia.
Pelemahan rupiah yang semakin sukar diramal membuat sejumlah pelaku industri mulai menyiapkan strategi efisiensi untuk menjaga daya beli pasar.
Ia mengaku bahwa beberapa distributor dan perusahaan teknologi disebut mulai melakukan penyesuaian stok, menahan impor tertentu, hingga memperpanjang siklus pembaruan perangkat
APTIKNAS juga melihat perusahaan-perusahaan mulai lebih selektif dalam belanja teknologi. Pengadaan perangkat baru diprioritaskan hanya untuk kebutuhan yang dianggap mendesak atau berkaitan langsung dengan operasional bisnis dan transformasi digital.
“Beberapa perusahaan mulai melakukan efisiensi anggaran, memperpanjang umur perangkat, atau menunda refresh infrastruktur. Sementara di sisi konsumen, sensitivitas terhadap harga juga meningkat, khususnya pada kelas menengah,” sebut Fanky.
Bagaimana dengan Sektor Teknologi RI?
Di tengah tekanan kurs, industri teknologi global sendiri tengah mengalami perubahan besar dalam rantai pasok manufaktur. Laporan Bloomberg, menyebut pabrik-pabrik teknologi yang sebelumnya terkonsentrasi di China mulai menyebar ke berbagai negara akibat faktor geopolitik, perang dagang, hingga keamanan rantai pasok.
Negara seperti Vietnam dan India mulai menikmati limpahan investasi manufaktur elektronik baru. Sementara Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa memperkuat produksi chip dan teknologi strategis di kawasan masing-masing demi mengurangi ketergantungan terhadap China.
Sementara, Indonesia masih berkutat pada hambatan kesiapan tenaga kerja teknologi, kepastian regulasi, serta infrastruktur. Dalam survei World Bank B-Ready 2024, Indonesia juga mencatat skor terendah pada basis ketenagakerjaan ahli, yang jadi indikator tersedianya kapasitas tenaga kerja profesional dan keahlian teknis sebagai fondasi industri berteknologi menengah-tinggi.
(mef/wep)





























