Logo Bloomberg Technoz

LPEM UI Sarankan BI Naikkan Suku Bunga demi Jaga Rupiah

Redaksi
19 May 2026 10:40

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) meminta Bank Indonesia untuk menaikan suku bunga BI sebagai bentuk usaha untuk menahan laju pelemahan rupiah.

“Untuk semakin memperkuat upaya stabilisasi Rupiah, Bank Indonesia sebaiknya menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% dalam Rapat Dewan Gubernur mendatang,” kata peneliti LPEM UI Jahen F. Rezki dalam Macroeconomic Analysis Series May 2026, dikutip Selasa (19/5/2026).

Meskipun kenaikan suku bunga acuan berpotensi memperlambat pertumbuhan kredit yang tercatat sebesar 8,93% secara tahunan pada Maret 2026, prioritas utama Bank Indonesia saat ini seharusnya tetap pada stabilisasi Rupiah. Oleh karena itu, kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin dinilai masih layak dan justified dalam kondisi saat ini.


Apalagi, saat ini Indonesia menghadapi tekanan eksternal yang besar dengan nilai Rupiah yang berada di level terlemah sepanjang sejarah setelah menyentuh Rp17.600 per dolar AS pada 13 Mei.

Ia melihat bahwa Bank Indonesia juga telah melanjarkan berbagai jurus intervensi untuk meredam laju pelemahan rupiah dengan aktif menggunakan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Non-Deliverable Forward (NDF).