“Khususnya itu [proyek Lisdes] kan, yang paling penting kan. Karena 2029 harus beres, semua rakyat harus teraliri listrik,” ungkapnya.
Sebagai tambahan, sebelumnya Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui anggaran tambahan Kementerian ESDM sebesar Rp8,55 triliun ditambah dengan Rp5 triliun. Awalnya, total ABT Kementerian ESDM tahun ini adalah sebesar Rp13,55 triliun.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga menyebut fokus dana khususnya terkait dengan tambahan Rp5 triliun akan digunakan untuk infrastruktur listrik di 1.135 lokasi.
"Untuk melanjutkan percepatan visi misi Bapak Presiden, pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran tambahan Rp8,55 triliun yang akan digunakan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi melalui pembangunan Listrik Desa yang mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun dan akan digunakan untuk infrastruktur listrik di 1.135 lokasi," ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII di gedung Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2026).
Selain program tersebut, belanja infrastruktur Kementerian ESDM pada Tahun Anggaran (TA) 2026 juga direncanakan untuk kepentingan masyarakat, seperti pemberian converter kit untuk nelayan, pembangunan jargas, serta bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam paparannya, Yuliot juga menyebut bahwa sebagian anggaran tambahan juga akan dialokasikan untuk kegiatan swakelola a.l. studi kajian migas di 10 open area, persiapan dan promosi penawaran wilayah kerja migas, serta kegiatan eksplorasi mineral dan batubara dengan target rekomendasi masing-masing 9 dan 10 lokasi.
(smr/wdh)




























