Logo Bloomberg Technoz

Saham Swatch Group sempat turun hingga 2,76% dalam perdagangan awal Senin di Zurich, sehingga kenaikan saham tahun ini menyusut menjadi sekitar 17%.

“Respons terhadap Koleksi Royal Pop sangat luar biasa di seluruh dunia, dan permintaannya sangat tinggi,” kata Swatch dalam tanggapannya terhadap pertanyaan mengenai kekacauan selama akhir pekan.

Swatch mengatakan bahwa di sekitar 20 dari 220 toko Swatch di seluruh dunia tempat Royal Pop diluncurkan, “tantangan muncul” akibat antrean yang sangat panjang dan ketidakmampuan beberapa pusat perbelanjaan menangani tingginya jumlah pengunjung. Swatch menambahkan bahwa situasinya mirip dengan hari pertama peluncuran MoonSwatch pada Maret 2022.

Swatch mengingatkan pelanggan melalui akun Instagram-nya pada Sabtu bahwa koleksi Royal Pop akan tetap tersedia selama beberapa bulan dan antrean lebih dari 50 orang tidak dapat diterima di beberapa negara, sehingga penjualan harus dihentikan sementara. Peringatan tersebut memicu komentar marah dari influencer jam tangan ternama seperti Chamath Gamage, yang memiliki sekitar 140.000 pengikut di platform media sosial tersebut.

Gamage mendesak grup jam tangan itu untuk memperbaiki pendekatannya dan meniru Apple Inc., yang pada awalnya juga menghadapi antrean serupa saat peluncuran iPhone. Perusahaan asal California itu pada akhirnya beralih ke antrean virtual dan sistem reservasi, tambah Gamage, sambil mengatakan kepada Swatch: “Kalian tahu persis berapa unit yang dimiliki setiap butik, jadi mengapa membiarkan antrean terus bertambah? Mengapa membiarkan orang menunggu berjam-jam ketika alokasinya sudah jelas?” tulis Gamage. “Produk seperti ini seharusnya terasa menyenangkan, mudah diakses, dan menarik. Bukan membuat stres,” tambahnya dalam unggahan tersebut.

Essig dari AIR Capital mengatakan ia tidak melihat perlunya Audemars Piguet terlibat dalam kolaborasi ini karena produsen jam eksklusif tersebut menikmati reputasi kuat yang dibangun atas kelangkaan produknya. Ia mempertanyakan strategi CEO Ilaria Resta, yang mengambil alih sekitar dua setengah tahun lalu.

Menurut laporan gabungan Morgan Stanley dan LuxeConsult, Audemars Piguet menjual sekitar 50.000 jam tangan tahun lalu dengan kapasitas produksi tambahan sekitar 20.000 unit. Angka itu dibandingkan dengan sekitar 4,4 juta unit untuk merek Swatch, menurut laporan tersebut.

Audemars Piguet belum segera memberikan komentar.

“Peluncuran AP x Swatch berubah menjadi bencana citra akibat logistik yang kacau dalam peluncurannya,” kata Oliver Mueller dari LuxeConsult. “Saya tetap berpikir ini adalah ide dan konsep yang bagus. Namun eksekusinya harus selevel dengan konsepnya.”

(bbn)

No more pages