Logo Bloomberg Technoz

Jam 'Nenek' yang Berukuran Kecil Kini Diburu Gen Z

News
29 April 2026 19:40

Sejumlah jam tangan terkait kasus pencucian uang yang disita dipamerkan sebelum dilelang di Singapura, Selasa (12/8/2025). (Ore Huiying/Bloomberg)
Sejumlah jam tangan terkait kasus pencucian uang yang disita dipamerkan sebelum dilelang di Singapura, Selasa (12/8/2025). (Ore Huiying/Bloomberg)

Roberta Naas - Bloomberg News

Bloomberg, Setelah lebih dari dua dekade jam tangan berukuran besar mendominasi pergelangan tangan, para pembuat jam kini beralih ke diameter yang lebih kecil seiring konsumen muda — khususnya perempuan berusia 20-an hingga awal 30-an — mulai mengadopsi apa yang disebut “jam tangan nenek” karena fleksibilitasnya, daya tarik vintage, serta kemampuannya dipadukan dengan perhiasan. Ini menjadi salah satu segmen jam tangan dengan pertumbuhan tercepat di pasar.

Budaya pop dan platform media sosial memperlihatkan baik selebritas pria maupun wanita mengenakan jam tangan kecil yang dulu dianggap ketinggalan zaman: aktor Timothée Chalamet sering terlihat memakai Cartier Panthère yang ramping atau Jaeger-LeCoultre berdiameter mungil 34 milimeter. Bad Bunny terlihat mengenakan Patek Philippe Ellipse yang kecil. Serena Williams memilih Audemars Piguet Royal Oak versi mini untuk Met Gala tahun lalu, sementara Hailey Bieber memilih perhiasan kecil bertatahkan batu dari merek yang sama.


Penampakan ini, bersama keinginan para pembeli jam yang cerdas akan jam yang lebih serbaguna, mempercepat pergeseran ukuran tersebut. Merek-merek jam ternama secara bertahap mengecilkan ukuran dari diameter casing standar 42 mm ke atas, menjadi 38 mm atau 36 mm bahkan hingga desain di bawah 34 mm. Selain itu, label gender mulai menghilang seiring batasan menjadi kabur, tidak hanya pada ukuran tetapi juga material dan bahkan warna.

“Para kolektor jam nontradisional cenderung tertarik pada gaya ini,” kata Brynn Wallner, pendiri Dimepiece berusia 34 tahun, sebuah platform yang berfokus pada perempuan dan jam tangan. “Seiring semakin banyak perempuan mulai tertarik pada jam tangan dan membeli yang pertama, mereka menginginkan sesuatu yang lebih kecil, lebih serbaguna, mudah dipakai, dan cocok dengan apa pun tanpa membuat pernyataan yang terlalu mencolok.”