Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Sell Ratusan Miliar Jadi Sebab IHSG Turun

Muhammad Julian Fadli
19 May 2026 08:55

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Senin 18 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan melemah 124,08 poin (1,85%) di posisi 6.599.

Jadi sebab tren pelemahan IHSG, investor asing gencar melangsungkan jual bersih (net sell) Rp463,99 miliar pada perdagangan saham seluruh pasar. Sama halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp460,34 miliar.

Adapun investor asing net sell terbesar pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp315,02 miliar. Imbas tekanan jual yang deras, saham ANTM melemah 9,71% di posisi Rp3.160/saham.


Berikut 10 saham dengan angka net sell paling masif oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin, Senin (18/5/2026):

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp315,02 miliar
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp152,53 miliar
  3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp149,08 miliar
  4. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp76,75 miliar
  5. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp68,1 miliar
  6. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp63,96 miliar
  7. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp52,98 miliar
  8. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp29,69 miliar
  9. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp28,85 miliar
  10. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp27,39 miliar

Sementara itu, investor asing net buy terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp107,16 miliar. Terdorong tren pembelian, saham BBCA menguat 0,41% hingga ditutup di posisi Rp6.125/saham.

Penutupan Saham BBCA pada Senin 19 Mei 2026 (Bloomberg)