Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan pernyataan Prabowo mengenai masyarakat di desa tidak menggunakan dolar merupakan pesan tersirat agar masyarakat tidak mengalami kepanikan di tengah tensi geopolitik yang terus meningkat. 

Menurutnya, dolar yang terus melemah jangan sampai menimbulkan ketidakstabilan politik karena masyarakat sibuk membicarakan persoalan yang sifatnya sebatas rumor. 

“Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat, jangan dibaca terlalu eksplisit. Rupiah naik karena akan ada ini, akan ada itu, akan ada ini, akan ada itu. Nah inilah tujuan dari Bapak Presiden menenangkan rakyatnya Presiden menenangkan rakyatnya itu hal yang sangat wajar,” ujar Politikus Partai Golkar tersebut di Kompleks Parlemen.

Dalam pernyataan Prabowo tersebut, kata dia, tersirat pesan untuk meminta Bank Indonesia (BI) agar rupiah tidak mengalami pelemahan berkepanjangan karena pada dasarnya fundamental ekonomi RI masih kuat. 

“Kalau kemudian ada pengamat membandingkan dengan, oh BBM kita diimpor pakai dolar, ya semua orang tahu. Tapi itu adalah pesan seorang pemimpin kepada rakyatnya dalam rangka menenangkan. Jangan  kemudian diadu dengan argumentasi teknis ya nggak nyambung dong. Tidak ketemu, orang tujuannya menenangkan untuk menjaga stabilitas,” jelas dia. 

“Jangan sampai di warung kopi ngomongin dolar. Di warung indomie ngomongin dolar. Terus di mana-mana ngomongin dolar. Apakah mereka benar bahwa beli indomie, beli kopi pakai dolar? Tidak kan? Ada dampaknya kepada mereka? Ya. Tapi ingat bahwa tujuan Presiden itu menenangkan masyarakat.”

Sebelumnya, Prabowo menanggapi santai ihwal pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dia menyinggung kekhawatiran sejumlah kalangan terhadap pergerakan kurs.

Dalam peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, dia menyebut masyarakat di desa tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari.

“Selama Purbaya [Menteri Keuangan] bisa senyum, tenang saja. Nggak usah takut gitu. Mau dolar berapa ribu kek? Kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” kata Prabowo, dalam pidatonya Sabtu (16/5/2026).

Prabowo kemudian berseloroh bahwa pihak yang paling terdampak oleh pelemahan rupiah adalah kalangan yang sering bepergian ke luar negeri serta para pengusaha. Dia sempat menyebut beberapa nama sambil bercanda mengenai kebiasaan bepergian ke luar negeri.

“Hal yang pusing yang itu, yang suka keluar negeri. Pengusaha, lho,” sebutnya.

(lav)

No more pages