Logo Bloomberg Technoz

“Nah, sekarang Februari tahun ini, terus ada perang Timur Tengah, sehingga menunjukkan risiko geopolitiknya tinggi banget. Yaitu tercermin kenapa CDS kita naik, itu risiko. Itu memang globalnya, saya tidak ingin menyalahkan global, ini semua negara menghadapi itu, global,” ujarnya. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 1,08% ke posisi Rp17.656/US$ di perdagangan spot hari ini, Senin (18/5/2026). Rupiah mencatat rekor penutupan terlemah sepanjang sejarah. 

Pelemahan rupiah kali ini sepertinya bukan sekadar respons jangka pendek terhadap gejolak global. Lebih dari itu, tekanan terhadap rupiah terjadi lantaran adanya peningkatan persepsi risiko terhadap aset Indonesia secara keseluruhan. 

Depresiasi rupiah yang terjadi sejak pekan lalu secara konsisten tanpa jeda, mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih memilih dolar AS sebagai aset aman daripada mempertahankan eksposur mereka di pasar domestik. 

(lav)

No more pages