Logo Bloomberg Technoz

Data penjualan ritel menjadi yang terburuk sejak mengalami kontraksi pada Desember 2022, saat China membuka kembali aktivitas setelah pandemi Covid-19 dan gelombang infeksi massal menyebar. Tidak ada satu pun ekonom yang disurvei Bloomberg yang memperkirakan data industri, penjualan ritel, dan investasi akan seburuk ini.

Kinerja mengecewakan ekonomi terbesar kedua dunia itu terjadi setelah lonjakan perdagangan — yang didorong ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) global — sebelumnya membantu menjaga pertumbuhan tetap sesuai target Beijing di kisaran 4,5% hingga 5%.

Lonjakan ekspor selama ini membantu melindungi China dari dampak perang Iran, meskipun konsekuensi negatif dari kenaikan harga minyak mulai terasa di sektor manufaktur karena pabrik menghadapi lonjakan biaya bahan baku.

“Ekonomi China terus stabil dan membaik,” kata Biro Statistik Nasional China dalam pernyataannya. “Namun kami juga perlu melihat bahwa situasi eksternal masih kompleks dan berubah-ubah, sementara masalah pasokan yang kuat dan permintaan yang lemah masih menonjol. Beberapa perusahaan mengalami kesulitan operasional.”

Reaksi pasar terhadap rilis data tersebut relatif terbatas.

Yuan offshore melemah 0,1% ke level 6,8215 per dolar AS, terlemah dalam hampir dua pekan. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun bertahan di level 1,76%, sementara kontrak berjangka obligasi 30 tahun mempersempit pelemahannya.

“Aktivitas ekonomi pada April lebih lemah dibanding ekspektasi pasar,” kata Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, Zhang Zhiwei. “Kinerja kuat sektor eksportir membantu mengurangi kelemahan permintaan domestik, tetapi belum cukup untuk sepenuhnya menutupinya.”

Ekspor China diperkirakan tetap kuat setelah melonjak 15% dalam empat bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun lalu. Stabilnya hubungan dagang dengan AS, yang diperkuat oleh kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing, turut menopang prospek tersebut.

Namun, pemulihan konsumsi domestik masih belum terlihat. Pinjaman baru rumah tangga anjlok bulan lalu, seiring kepercayaan konsumen yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Tingkat pengangguran kelompok usia muda yang baru memasuki dunia kerja juga meningkat pada Maret ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, memicu kekhawatiran terhadap dampak AI terhadap lapangan pekerjaan.

Para pembuat kebijakan China tampaknya memilih pendekatan “wait and see” terhadap fenomena pertumbuhan dua kecepatan ini, setelah bertahun-tahun berupaya mendorong konsumsi masyarakat namun hanya menghasilkan perbaikan terbatas.

Pemerintah mulai mengurangi belanja fiskal pada Maret, sementara bank sentral belum memberikan sinyal pelonggaran kebijakan lebih lanjut di tengah likuiditas pasar yang melimpah dan lemahnya permintaan kredit.

Data terbaru sektor properti menjadi salah satu sedikit kabar positif yang dilaporkan pada Senin. Harga rumah bekas, yang lebih sedikit dipengaruhi intervensi pemerintah, mencatat penurunan paling lambat sejak Maret 2025.

Analis dari Citigroup Inc dan Bank of America Corp mulai menilai sektor properti yang selama ini tertekan akhirnya mulai stabil.

Meski demikian, ekonomi konsumen masih kesulitan karena rumah tangga mengurangi belanja untuk berbagai barang, mulai dari kendaraan hingga furnitur.

Penjualan mobil anjlok 15% pada April dibandingkan tahun lalu, menjadi kontraksi terdalam sejak pertengahan 2022 saat China masih menerapkan pembatasan Covid-19. Pembelian peralatan rumah tangga dan furnitur — yang sebelumnya terdorong subsidi pemerintah — juga turun dua digit.

Penjualan emas, perak, dan perhiasan merosot 21%, berbalik tajam dibanding awal tahun ini dan sepanjang 2025 ketika lonjakan harga logam mulia memicu demam investasi spekulatif.

Chanana dari Saxo mengatakan data terbaru tersebut “dapat meningkatkan ekspektasi terhadap tambahan dukungan kebijakan.”

Namun pada saat yang sama, “investor kemungkinan ingin melihat langkah yang lebih kuat untuk mendukung konsumsi dan memulihkan kepercayaan di sektor properti, bukan sekadar tambahan likuiditas secara luas,” ujarnya.

(bbn)

No more pages