Pada hari Sabtu, dua serangan udara terpisah dari Israel kembali menewaskan setidaknya tiga orang, demikian menurut otoritas kesehatan. Tim medis melaporkan dua pria tewas dalam serangan yang menargetkan sebuah kendaraan di dekat Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza, sementara satu orang lainnya tewas di kamp pengungsi Jabalia di utara daerah kantong tersebut. Militer Israel belum memberikan komentar terkait dua insiden terbaru ini.
Korban Jiwa Terus Bertambah Meski Ada Gencatan Senjata
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 850 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata bulan Oktober lalu. Angka tersebut mencakup kombatan maupun warga sipil secara keseluruhan. Di sisi lain, empat tentara Israel tewas oleh militer Palestina dalam periode yang sama. Pihak Hamas sendiri tidak mempublikasikan data jumlah korban jiwa dari kalangan anggotanya.
Dalam pernyataan bersama dengan menteri pertahanannya pada hari Jumat untuk mengumumkan penargetan Haddad, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Haddad sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2023 yang memicu invasi besar-besaran Israel ke Gaza.
Haddad, yang menjabat sebagai panglima militer di Gaza setelah pembunuhan Mohammad Sinwar oleh Israel pada Mei 2025, disebut "bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan cedera yang diderita ribuan warga sipil serta tentara Israel," demikian pernyataan bersama tersebut.
Menurut sumber internal Hamas, Haddad yang dijuluki "Sang Hantu" ini telah berulang kali lolos dari berbagai upaya pembunuhan oleh Israel. Militer Israel mencatatnya sebagai salah satu komandan dengan masa bakti terlama di Hamas, yang meniti karier sejak awal berdirinya kelompok tersebut pada dekade 1980-an hingga menduduki berbagai posisi senior.
Saat ini, Israel dan Hamas masih berada dalam posisi buntu dalam pembicaraan tidak langsung terkait rencana setelah perang bentukan Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, yang dirancang guna mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Israel justru meningkatkan intensitas serangannya di Gaza dalam beberapa pekan terakhir, tepatnya setelah menghentikan operasi pengeboman bersama AS di Iran. Militer Israel mengalihkan fokus gempurannya kembali ke wilayah Palestina yang telah hancur tersebut, di mana mereka mengeklaim para pejuang Hamas tengah memperkuat kembali posisi mereka.
(del)



























