“Skenario terburuknya, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.644-6.711. Waspadai area gap yang berada di 6.538-6.585. Adapun area penguatan terdekat IHSG berada di 6.758-6.777,” kata Heditya dalam risetnya.
Sebagai informasi, FTSE Russell dalam rilis terbarunya menyampaikan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan di Tanah Air.
Sejak keputusan FTSE Russell pada Februari lalu, Indonesia dinilai sudah menerapkan berbagai langkah untuk memperkuat transparansi di pasar modal, termasuk pengungkapan data kepemilikan saham di atas 1%, publikasi High Shareholding Concentration (HSC), dan klasifikasi pelaporan kepada investor.
“FTSE Russell telah mengkaji berbagai perkembangan tersebut dan menghimpun masukan dari pelaku pasar untuk mengonfirmasi daftar saham di indeks Juni 2026,” mengutip FTSE Russell dalam keteranganya.
Lebih lanjut, FTSE Russell akan terus melakukan pembaruan peringkat indeks, kenaikan free-float, dan tambahan perusahaan terbuka melalui IPO setidaknya sampai review indeks September 2026 untuk memperpanjang periode observasi dan pemantauan.
(dhf)


























