“Dengan upaya kewaspadaan ini kita berharap bisa menjaga kesehatan masyarakat sehingga kasus yang terjadi minimal atau bahkan tidak ada lagi kematian,” ujar Andi.
Andi mengatakan sebagian besar kasus yang ditemukan merupakan antraks kulit yang terjadi akibat kontak langsung saat penyembelihan, pengolahan, maupun konsumsi daging yang terinfeksi. Adapun kasus kematian umumnya berasal dari antraks gastrointestinal dan antraks meningitis yang menyerang otak.
Karena itu, Kemenkes meminta masyarakat memperhatikan empat tahapan utama penanganan hewan kurban, yakni proses pemilihan dan pembelian hewan, transportasi serta penampungan hewan, penyembelihan, hingga pengelolaan limbah kurban. Pemerintah berharap langkah kewaspadaan tersebut dapat menekan risiko penularan penyakit zoonosis selama periode Idul Adha.
(dec)

























