“Walaupun harganya naik, saya melihatnya sebagai investasi device yang bisa dipakai cukup lama,” katanya.
Menurut Recha, keputusan membeli iPhone 17 Pro juga didorong oleh reputasi lini Pro Apple yang dikenal memiliki performa stabil dan dukungan pembaruan sistem operasi dalam jangka panjang.
“Saya lebih mempertimbangkan value dan durability-nya dibanding hanya harga awalnya,” ujarnya.
Ia menegaskan pembelian perangkat tersebut bukan semata karena tren, melainkan kebutuhan mengganti perangkat yang performanya sudah mulai menurun.
Pandangan serupa juga disampaikan Rizki Mahesar yang membeli perangkat lini iPhone 17 untuk mendukung kebutuhan produksi konten istrinya yang bekerja sebagai content creator.
Menurut dia, sejak 2021 istrinya menggunakan iPhone 13 versi dasar sebagai perangkat utama untuk membuat konten. Namun menjelang peluncuran iPhone 17 series, kondisi baterai perangkat lama mulai menurun dan mengganggu aktivitas produksi.
“Baterai iPhone 13-nya sudah perlu diservis atau diganti sehingga mengganggu produktivitasnya. Oleh karena itu upgrade ke iPhone 17 Pro dilakukan karena adanya kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas,” ungkapnya.
Rizki mengakui, membeli smartphone premium di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih tetap menjadi keputusan besar. Namun ia menilai pembelian tersebut masih terukur karena perangkat digunakan untuk menunjang pekerjaan.
“Kalau melihat smartphone sebagai barang tersier, tentu terasa kurang bijak. Namun karena iPhone 17 Pro diyakini dapat diandalkan untuk mendukung produktivitas, ditambah perangkat sebelumnya sudah drop baterainya, membeli iPhone 17 Pro dengan kenaikan harga yang masih bisa dimaklumi merupakan keputusan yang terukur,” ujarnya.
Selain faktor produktivitas, Rizki juga mempertimbangkan perubahan desain pada iPhone 17 Pro yang dinilai berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Pengalaman penggunaan iPhone selama sekitar lima tahun juga menjadi faktor yang membuatnya tetap memilih perangkat Apple untuk jangka panjang.
“Jadi membeli iPhone 17 Pro merupakan kombinasi antara kepuasan pada produk sebelumnya yang terbukti awet sekaligus mengikuti tren karena adanya inovasi desain,” pungkasnya.
Sebelumnya, harga iPhone 17 Pro Max di pasar Indonesia mulai mengalami kenaikan, meski ketersediaan stok semakin terbatas di sejumlah distributor dan toko ritel termasuk jaringan ritel seperti iBox.
Pada awal Mei 2026, iPhone 17 Pro Max ada di harga Rp26.249.000. Sedangkan saat ini, harga perangkat tersebut dibanderol Rp26.499.000 dengan varian yang sama.
iPhone 17 Pro Max 512 GB juga mengalami kenaikkan yang saat ini dibanderol Rp30.999.000, sedangkan di awal bulan harganya masih Rp30.749.000.
Meski harga semakin mahal, minat konsumen terhadap iPhone terbaru masih tergolong tinggi. Di iBox sendiri, untuk varian iPhone 17 Pro 256 GB saat ini dibanderol Rp24.249.000 sedangkan di awal bulan harga masih berada di Rp23.999.000.
Akan tetapi, semua varian iPhone 17 Pro di Ibox kosong. Tak hanya iPhone model terbaru, beberapa stok iPhone dengan beberapa tipe juga terpantau tidak tersedia.
(mef/ell)






























