Sompo mencatat tingkat solvabilitas yang masih kokoh di kisaran 240% untuk asuransi konvensional pada tahun lalu. Angka itu dua kali lipat ketentuan minimum regulasi sebesar 120%. Sementara aset perusahaan tumbuh 13% menjadi Rp4 triliun tahun lalu.
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri asuransi umum, mulai dari regulasi, ekonomi, politik, hingga bencana alam, menurut Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pada 2025, pendapatan premi asuransi umum pada mencapai Rp120,83 triliun atau tumbuh 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun total aset meningkat 7,4% menjadi Rp260,98 triliun, sementara total investasi tumbuh 8,9% menjadi Rp131,44 triliun. Pertumbuhan ini, menurut AAUI, menunjukkan fundamental industri yang kuat dan berkelanjutan.
"Tahun 2026 ini, AAUI menghimbau kepada anggota untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang akan datang, harapannya pertumbuhan industri pada tahun 2026 bisa lebih baik dari tahun 2025," demikian dikutip dari laman resmi AAUI.
Kinerja 2025 menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan industri ke depan serta mempertegas peran strategis sektor asuransi dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
(red)
































