Selama sekitar hampir 1 jam, adik pengguna mencoba menghubungi pihak servis BYD setempat. Setelah sekitar satu jam, mobil pengangkut servis tiba untuk dilakukan pengecekan lebih detil.
Dari hasil tersebut, informasi yang diterima pemilik bahwa ada salah satu part mobil, yakni shockbreaker yang patah. Namun, pengguna mengaku tidak diperkenan untuk melihat part yang mengalami kerusakan tersebut oleh pihak BYD.
"Jujur aku cukup kaget dan kecewa, karena usia mobil baru sekitar satu tahun dan selama pemakaian selalu digunakan dengan hati-hati," tutur dia. "Sebagai pengguna, aku pribadi tidak menyangka komponen tersebut dapat mengalami kerusakan dalam waktu pemakaian 1 tahun tersebut."
"Pengalami ini cukup membuat aku merasa takut dan trauma. Yang terlintas di pikiran aku adalah kekhawatiran apabila kejadian serupa terjadi saat mobil sedang melaju di jalan tol atau dalam kondisi perjalan jauh," paparnya.
Sejak awal pemakaian, pengguna juga mengaku memang sudah beberapa kali merasakan bunyi pada bagian dashboard (seperti ada yang renggang). Keluhan itu juga sudah disampaikan beberapa kali saat kunjungan ke servide showroom.
Solusi Pihak Showroom
Usai insiden itu, pemilik juga mengaku telah berdiskusi dengan pihak showroom tempat pembelian unit. Solusi yang diberikan adalah penggantian shockbreaker yang patah tersebut.
"Aku menghargai proses tersebut. Namun, secara pribadi, hingga saat ini aku masih merasa kurang nyaman dan rasa tenang saat berkendara belum sepenuhnya kembali. Bunyi dashboard mobilku masih ada setelah service pergantian shockbreaker," kata dia.
Bloomberg Technoz sudah berupaya menghubungi pihak manajemen BYD Indonesia lewat Head of PR & Government Luther T. Pandjaitan, namun belum mendapatkan respons hingga berita ini diturunkan.
BYD Sealion 7 sendiri merupakan salah satu model premium milik BYD. Pertama kali diluncurkan di Indonesia pada ajang IIMS 2025 13 Februari, yang dikenalkan dengan dua varian, Premium RWD seharga Rp629 juta dan Performance AWD senilai Rp719 juta.
Mobil tersebut menggunakan baterai Blade dengan kapasitas 82,56 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 567 km. Bertenaga 230 kW, dengan torsi mencapai 380 Nm.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sejak peluncuran hingga akhir 2025, mobil tersebut telah terjual sebanyak 8.402 unit di Indonesia.
(ain)






























