Logo Bloomberg Technoz

“Artinya rumah sakit ini dipersiapkan untuk menjadi rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan pemantauan, termasuk juga untuk mendapatkan pemantauan kasus dan juga untuk mencegah KLB dan hal-hal terkait dengan sentinel,” katanya.

Selain kesiapan rumah sakit, pemerintah juga memastikan kapasitas pemeriksaan laboratorium terus diperkuat. Saat ini, Indonesia telah memiliki 21 alat PCR yang dapat digunakan untuk mendukung pemeriksaan PIE, termasuk deteksi virus penyebab Hantavirus.

Andi menjelaskan gejala Hantavirus secara umum memiliki kemiripan dengan beberapa penyakit lain yang juga ditularkan melalui tikus, seperti leptospirosis. Gejala yang muncul antara lain demam, tubuh menguning, hingga gangguan kesehatan lainnya.

“Penyakit ini sebenarnya dengan gejala yang rata-rata ditanggung BPJS, seperti demam, menguning dan sebagainya, serupa kejadian penyakit leptospira, dari tikus juga vektornya, tapi kalau Hanta kan dari virus,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan pembiayaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pasien non-BPJS tetap dapat menjalani pemeriksaan maupun pengobatan dengan skema pembayaran mandiri.

Berikut daftar rumah sakit pengampuan PIE yang disiapkan pemerintah:

1. RSUP H. Adam Malik
2. RSUP Dr M Djamil
3. RSUP Dr M Hoesin
4. RSP Prof Dr Sulianti Saroso
5. RSUP Hasan Sadikin
6. RSUP Dr Sardjito
7. RSUP Ngoerah
8. RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo
9. RSUD Dr Soetomo
10. RSUP Kariadi
11. RSUP Fatmawati
12. RSUP Persahabatan
13. RSUP Kandou

Kemenkes pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama menghindari paparan tikus dan kotorannya yang berpotensi menjadi media penyebaran penyakit. 

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala yang muncul agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

(dec/ros)

No more pages