Sementara impor batu bara Korea Selatan bulan lalu adalah 5,7 juta ton. Turun 1,89% dibandingkan posisi Maret.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga batu bara untuk pekan ini? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara cukup nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 66. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Lalu indikator Stochastic RSI 14 hari ada di sembilan. Jauh di bawah 20, yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan minggu ini, harga batu bara berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di rentang US$ 133-134/ton. Jika tertembus, maka kisaran US$ 135-137/ton bisa menjadi target berikutnya.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 140/ton.
Namun andai harga batu bara malah turun lagi, maka US$ 132/ton rasanya akan menjadi pivot point. Dari situ, ada kemungkinan akan menguji support US$ 131-130/ton.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 128/ton.
(aji)






























