Logo Bloomberg Technoz

Namun, perusahaan berhasil menjaga tingkat kecelakaan kapal pada angka 0,220%, lebih baik dibanding target perusahaan sebesar 0,230%, dengan total lima kecelakaan kapal sepanjang tahun.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses operasional perusahaan. 

“Keselamatan tidak boleh dianggap selesai. Ini harus menjadi kesadaran kolektif dan prioritas utama dalam setiap lini pelayanan dan operasionl kita," tutur Heru.

Tanggung Beban

Sebelumnya, ASDP mengungkapkan kinerja keuangannya sepanjang 2024 menanggung beban biaya hingga mencapai sekitar Rp80,81 miliar. Sementara itu, pada 2025 tercatat sebesar Rp50,62 miliar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR di Gedung Parlemen Jakarta, Kamis (2/4/2026) lalu.

“Kami itu ya menanggung beban ini yang sampai dengan tahun 2025 per tahunnya itu 50,62 miliar. Lalu kemudian tahun 2024 itu 80,81 miliar," ujar Heru.

Heru mengatakan, beban tersebut berasal dari layanan perintis perusahaan pelat merah melalui public service obligation (PSO) atau penugasan yang diberikan pemerintah kepada BUMN yang lebih besar dibandingkan layanan komersil.

Berdasarkan data paparannya, ASDP saat ini melayani sebanyak 227 lintasan perintis atau mengambil porsi 71,4%. Sementara itu, layanan komersil hanya sebanyak 91 lintasan atau setara 28,6%.

"Dari 28,6% kapal komersial ini, ini tentunya harus meng-cover sekitar 71,6% dari kapal perintis dan beberapa biaya yang kemudian tidak di-cover oleh biaya subsidi," tutur dia.

Di sisi lain, lanjut Heru, perseroan juga dihadapi dengan sebagian besar atau hampir sebanyak 100 aset kapal yang usianya telah mencapai lebih dari 30 tahun, yang sudah membutuhkan peremajaan. 

Mayoritas kapal yang sudah tua memiliki kapasitas kurang dari 1.000 penumpang.

"Kapal kami sebagian besar ini kapalnya di atas 30 tahun. Dan itu kapasitas ya itu kecil-kecil di bawah 1.000. Jadi mohon izin kami juga membutuhkan dukungan," kata dia.

(ibn/naw)

No more pages