Logo Bloomberg Technoz

ART Ramai Resign, JALA PRT Sebut Bukan Dampak UU PPRT

Dinda Decembria
07 May 2026 15:20

Sejumlah PRT demo di depan gedung DPR RI, Selasa (14/3/2023). Mereka mendesak pengesahan RUU PPRT. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Sejumlah PRT demo di depan gedung DPR RI, Selasa (14/3/2023). Mereka mendesak pengesahan RUU PPRT. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan mempertahankan asisten rumah tangga (ART) dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa ART disebut memilih mengundurkan diri hingga pindah kerja demi mendapatkan bayaran lebih tinggi.

Halim, salah satu pekerja yang menggunakan jasa ART, mengaku pembantunya yang baru bekerja di rumahnya selama dua pekan tiba-tiba meminta pulang. Padahal, ART tersebut baru mulai bekerja setelah Lebaran.

“Sudah enggak. Dua hari lalu minta pulang. Alasannya dia mau merawat keluarga,” ujar Halim saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (7/6).


Halim juga mengatakan dirinya merekrut ART secara langsung tanpa melalui agen penyalur karena biaya jasa penempatan dinilai cukup mahal. Menurut dia, saat ini biaya mencari ART lewat agensi bisa mencapai sekitar Rp2 juta.

“Ambil langsung, enggak lewat agensi. Mahal lewat agensi. Ada uang buat ambil ART, sekitar Rp2 jutaan,” katanya.