Logo Bloomberg Technoz

Dalam cuitan di media sosial, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington akan segera mengakhiri operasi militer dan mencabut blokade di Selat Hormuz.

Apabila situasi di Timur Tengah sudah lebih kondusif, maka pasokan dan distribusi berbagai komoditas (termasuk energi) akan membaik. Dengan begitu, harga tidak lagi melambung tinggi, bisa lebih terkendali.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Kamis (7/6/2026)? Apakah akan terjadi koreksi tiga hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45.

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI batu bara belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 15. Sudah di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sebenarnya berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 134/ton.

Dari situ, ada potensi harga komoditas ini merangsek ke US$ 135-136/ton. Target selanjutnya adalah US$ 139-140/ton.

Namun andai harga batu bara malah turun lagi, maka US$ 132/ton bisa menjadi support terdekat. Support berikutnya ada di US$ 131-128/ton.

(aji)

No more pages