Logo Bloomberg Technoz

Langkah-langkah ini mencerminkan optimisme terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah saat AS dan Iran mulai mempertimbangkan proposal baru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir 10 minggu tersebut. Proposal Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz kini bergantung pada jawaban Teheran, di mana setiap gencatan senjata kemungkinan akan berfokus pada diskusi mengenai keringanan sanksi dan program nuklir.

"Kita tetap berada di jalur menuju deeskalasi dan pengakhiran konflik," ujar Michael Brown dari Pepperstone. "Meskipun jalur tersebut jelas terjal, selama kita tetap berada di sana dan arah pergerakannya menuju optimisme, maka selera risiko investor akan tetap terjaga."

Dalam wawancaranya dengan PBS News Hour, Donald Trump menyatakan bahwa perang tersebut memiliki "peluang sangat besar untuk berakhir" dan ada kemungkinan hal itu terjadi sebelum kunjungannya ke Beijing pekan depan. Senada dengan itu, diplomat tinggi China juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz secepatnya dalam pertemuan dengan menteri luar negeri Iran.

Grafik pergerakan minyak WTI. (Sumber: Bloomberg)

Iran telah menyusun proses terbaru bagi kapal-kapal yang ingin melintasi Hormuz. Meski demikian, sejumlah pemilik kapal mengaku masih berhati-hati untuk mengirimkan armada mereka melewati jalur tersebut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa "lintasan yang aman dan stabil" akan dimungkinkan dengan adanya "protokol baru yang diterapkan."

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujui hal itu, di antara poin-poin lainnya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih. "Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan."

Di Asia, para pedagang akan mencermati notulen rapat Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) periode Maret. Selain itu, Jepang juga dijadwalkan menjual surat utang jangka pendek (6 bulan) senilai 3,8 triliun yen pada Kamis ini. Mata uang yen terpantau stabil terhadap dolar setelah sempat menguat di sesi sebelumnya di tengah spekulasi bahwa otoritas setempat melakukan intervensi pasar.

Investor juga tengah membedah data ekonomi terbaru menjelang laporan lapangan pekerjaan AS pada Jumat. Perusahaan-perusahaan di AS meningkatkan penggajian pada bulan April ke level tertinggi dalam lebih dari setahun, yang menjadi bukti terbaru stabilisasi di pasar tenaga kerja.

Gubernur The Fed St. Louis Alberto Musalem menyatakan masih ada ketidakpastian mengenai arah ekonomi dan kebijakan moneter ke depan, namun ia melihat risiko inflasi lebih tinggi daripada risiko lapangan kerja. Sementara itu, sejawatnya dari The Fed Chicago Austan Goolsbee memperingatkan agar tidak terburu-buru menurunkan suku bunga sebagai respons terhadap pertumbuhan produktivitas yang cepat, karena fenomena tersebut terkadang justru dapat mendorong kenaikan harga.

Di sisi lain, Departemen Keuangan AS mengisyaratkan kenyamanan mereka untuk menerbitkan surat utang jangka pendek guna memenuhi kebutuhan pinjaman pemerintah yang meningkat. Mereka mengantisipasi ukuran penjualan surat utang dan obligasi nominal tidak akan berubah "setidaknya untuk beberapa kuartal ke depan."

(bbn)

No more pages