Pencapaian ini terjadi, ketika saham perusahaan asal Korea Selatan itu melonjak hingga 11% di awal perdagangan pada Rabu (6/5/2026), menjadikannya hanya perusahaan Asia kedua setelah TSMC yang berhasil menyentuh angka tersebut. Kenaikan ini mendorong indeks acuan Kospi menembus level 7.000.
Lalu pada lini panel layar, Samsung membukukan pendapatan 6,7 triliun won dengan laba operasional 0,4 triliun won pada Januari-Maret 2026. Unit ponsel dan jaringan menjadi penyumbang signifikan dengan pendapatan 38,1 triliun won dan laba operasional 2,8 triliun won.
Sedangkan divisi TV dan peralatan rumah tangga membukukan pendapatan 14,3 triliun won atau sekitar US$9,6 miliar, dengan laba operasional 0,2 triliun won menjadi segmen dengan margin paling tipis di antara seluruh lini bisnis Samsung pada periode tersebut.
(mef/wep)






























