Logo Bloomberg Technoz

Untuk itu, demi memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tekanan global dan meningkatnya permintaan dolar AS.

Menurut Airlangga, pemerintah bersama BI telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas rupiah. Salah satu strategi yang ditempuh yakni memperkuat kerja sama keuangan bilateral melalui skema swap mata uang dengan sejumlah negara mitra.

“Kami sudah mempersiapkan dengan Bank Indonesia terkait dengan swap currency dengan China, kemudian dengan berbagai negara lain termasuk Jepang, Korea dan yang lain,” kata Airlangga.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional, sekaligus memperluas penggunaan mata uang lokal.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi pengelolaan pembiayaan dengan mengoptimalkan penerbitan surat berharga dalam denominasi mata uang alternatif, seperti yuan dan yen.

Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan permintaan valas serta meredam tekanan terhadap dolar AS di pasar domestik.

“Sehingga ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi yang terkait dengan tingkat utang yang kita bisa, surat berharga yang bisa kita miliki yang sifatnya seperti dari China ataupun dari yen itu untuk menjaga tekanan terhadap dolar AS,” tuturnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas nilai tukar rupiah dapat tetap terjaga, meskipun di tengah dinamika global dan meningkatnya kebutuhan dolar dalam negeri.

Rupiah menutup perdagangan hari ini dengan pelemahan 0,26% ke posisi Rp17.425/US$. Pelemahan sore ini menandai pergerakan rupiah yang sepertinya belum bisa keluar dari fase rapuh. 

Di tengah pergerakan mata uang Asia yang juga tertekan, rupiah menempati posisi ketiga terlemah di kawasan.

Hanya dolar Taiwan, dolar Singapura, peso Filipina dan yen Jepang yang tercatat menguat itu pun tipis saja. 

Pelemahan rupiah belakangan ini terjadi lantaran kombinasi tekanan dari sisi eksternal yang memburuk, serta fondasi domestik yang belum cukup kuat untuk menahan guncangan tersebut. 

(lav)

No more pages